Mukisi.com-Setelah adanya RS tahan gempa milik Universitas Indonesia. Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan dengan gagasan baru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah. Gagasan ini adalah RS Tanpa Dinding. Apa itu RS Tanpa Dinding? Mari kita simak ulasan di bawah ini.

Tak hanya menjadi sekedar wacana, mulai tahun ini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mulai implementasikan RS Tanpa Dinding. Dalam tribunnews, Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes, mengungkap, rumah sakit tanpa dinding berarti berupaya mencegah penyakit di masyarakat baik menular ataupun tidak, yang dilakukan tanpa sekat.

“Rumah sakit tanpa dinding itu arti kiasan, bukan arti sebenarnya. Maksudnya, tidak ada sekat-sekat. Ini tak hanya untuk mencegah agar masyarakat tak sakit, tapi juga bisa mencegah penyebaran penyakit. Baik penyakit menular maupun tidak menular,” katanya.

Rumah sakit ini harus ada tindakan dari tenaga ahli dalam memberikan layanannya. Tidak hanya layanan pengobatan, namun juga upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. “RS ini harus didekati dari hulu hingga hilir, sehingga tujuan menurunkan angka kesakitan maupun kematian dapat direalisasi,” tuturnya.

Sementara itu, Yulianto menjelaskan ada 8 prioritas penanganan Dinkes Jateng untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian di Jawa Tengah. Prioritas tersebut adalah menurunkan angka kematian ibu, menurunkan angka kematian bayi, balita stunting kurang dari 20 persen, eliminasi HIV/AIDS, eliminasi TBC, eliminasi malaria, menurunkan prevalensi hipertensi, DM, kanker, obesitas dan gangguan jiwa, serta stop BAB sembarangan (memiliki akses jamban 100%).

“Target Jateng 5 tahun ke depan yakni rumah sakit tanpa dinding. Tujuan RS ini adalah menyukseskan 8 prioritas ini,” tambahnya.

Kemudian, terkait infrastruktur, Dinkes Jateng telah menyiapkan segala sarana dan prasarana yang mendukung. Dikatakan oleh Kadinkes tersebut, infrastruktur yang dipersiapkan seperti software, hardware, sistem informasi.

“Kami juga membangun sistemnya semacam tim. Tata kelolanya seperti apa, pembiayaannya bagaimana, dan sebagainya,” pungkasnya.

Dengan adanya RS tanpa dinding, peran ahli dari RS bisa dimaksimalkan. Sehingga ilmu yang dimiliki bisa bermanfaat.

“Mereka juga bisa melakukan pembinaan kepada kelompok masyarakat, tentang upaya kesehatan. Sehingga, tahun depan kita upayakan RS untuk terlibat dalam mendukung program ini,” harapnya.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here