Mukisi.com-Selasa lalu (28/5), RSI Sultan Hadlirin Jepara jalani pendampingan sertifikasi RS SyariRSI Sultan Hadlirin pun dinilai mudah untuk menjadi RS Syariah karena secara umum sudah banyak memenuhi standar RS Syariah.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Masyhudi, AM, M.Kes dan Miftachul Izah, SE., M.Kes yang masing-masing menjabat sebagai Ketua Umum dan Wakil Sekretaris Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) bertugas sebagai tim yang memberi pendampingan.

“Kurang lebih mereka mendaftar pendampingan satu bulan yang lalu,” papar Bu Mifta.

Dalam sambutannya, Direktur RS yakni Dr. H. Gunawan WS.DTMH, M.Kes menyampaikan target RS untuk bersegera menjadi RS Syariah agar keislaman di dalam RS semakin utuh dan terstandar.

“Saya kira bagus, karena menjadi RSI (Rumah Sakit Islam) saja belum cukup, perlu disyariahkan agar semakin terstandar sesuai pedoman RS Syariah menurut DSN-MUI yaitu fatwa no. 107,” imbuhnya.

Acara pun berjalan dengan lancar, sebab secara umum RSI Sultan Hadlirin Jepara sudah banyak memenuhi standar RS Syariah.

“Alhamdulillah karena RSI Sultan Hadlirin ini kan sudah melakukan pelayanan islami, juga sudah terakreditasi paripurna sehingga tidak terlalu banyak kendala untuk menjadi rumah sakit syariah,” imbuhnya.

Beberapa hal yang menarik dari RSI Sultan Hadlirin Jepara adalah owner RS yang juga merpakan sekda. Hal ini menunjukkan baiknya dukungan pemerintah terhadap RS untuk berkembang menjadi RS syariah.

“Yang kemudian kami harap dapat melebar ke rumah sakit-rumah sakit pemerintah milik Kabupaten- Kota di daerah tersebut,” tuturnya.

Acara diawali dengan pembukaan, sambutan Direksi RS yang kemudian dilanjut dengan sambutan dari Ketua Tim Pendampingan yakni Dokter Masyhudi, overview singkat seputar RS Syariah dan kunjungan lapangan.

Penyampaian materi dibagi ke dalam dua kelompok, yakni kelompok pelayanan yang diampu oleh Dokter Masyhudi, dan manajemen yang diampu oleh Bu Mifta.

Secara umum, tim pendamping menilai RSI Sultan Hadlirin hanya perlu melengkapi persyaratan dokumen dan menambah fasilitas penunjang sebagai RS Syariah.

Fasilitas-fasilitas tersebut misalnya sign-sign islami, pemberian arah kiblat, dan melengkapi keperluan alat ibadah untuk pasien. Sebab untuk fasilitas besar seperti masjid RS, dan tempat untuk memandikan jenazah, sudah berhasil dipenuhi.

“Jadi secara basicly, mereka sudah memiliki banyak fasilitas besar untuk menjadi RS Syariah. Hanya perlu menambah fasilitas penunjang tersebut supaya menambah kesan islami dan dakwahnya itu terlihat,” terangnya.

Beberapa hal yang dikonsultasikan pihak RS antara lain formulir rekap medik pasien yang perlu melakukan beberapa perubahan, juga tentang gizi halal dan Sistem Jaminan Halal yang harus segera disiapkan.

“Mereka sangat antusias, kebanyakan para karyawan RS juga merupakan golongan pemuda yang sangat antusias, sehingga proses pembelajarannya berlangsung interaktif dan lebih menarik,” tuturnya.

RSI Sultan Hadlirin Jepara menargetkan untuk dapat melaju pada tahapan pra survey dalam waktu tiga bulan ke depan, dan melaju pada tahapan survey satu bulan kemudian.

“Semoga setelah tiga bulan sudah bisa pra survey, dan sebulan sesudahnya bisa survey agar segera menjadi RS Syariah pertama di Keresidenan Pati,” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here