Mukisi.com-Bersin ternyata membawa manfaat bagi kesehatan. Kemudian, bila seorang muslim bertindak sesuai syariat saat bersin, maka akan bertambah keberkahannya.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah seorang ulama dan tabib menjelaskan bahwa bersin itu merupakan suatu nikmat dan membuat badan menjadi lebih fresh karena kelarnya uap yang berat. Beliau berkata,

“Adapun sunnah bagi orang yang bersin (mengucapkan hamdalah) merupakan nikmat yang menunjukkan keringan badannya (fresh) dan keluarnya uap yang berat.” Zadul Ma’ad 2/401, syamilah

Ternyata secara medis, bersin bermanfaat bagi tubuh dan merupakan mekanisme pertahanan untuk mengusir kuman bakteri dan hal-hal yang berbahaya bagi tubuh.

Menurut dr. Raehanul Bahraen, melansir muslimafiyah, kecepatan udara bersin bisa mencapai 160 km/jam sehingga bisa membuang banyak bakteri. Bersin ini membuat tubuh lebih sehat dan terasa lebih fresh setelah bersin. Bahkan menahan bersin bisa menimbulkan penyakit misalnya cedera diafragma, gangguan pendengaran dan pembulah darah bisa pecah.

Bersin sering dikaitkan dengan banyak penyakit seperti flu, influensa, atau penyakit pernapasan semisal rhinitis dan selesma.

Menurut ilmu kedokteran dan menurut ilmu keislaman sendiri banyak mengandung manfaat karena dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba'(sesuatu yang kecil, di uadara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernapasan akan keluar semua akibat reaksi bersin.

Oleh karenanya dalam Islam, sangat layak Allah dipuji dalam semua keadaan termasuk dalam bersin ini, karenanya adab bersin dalam Islam adalah memuji Allah bersyukur “alhamdulillah”. Kemudian adab yang lebih baik lagi adalag bagi yang mendengar mendoakan dan yang bersin tadi kembali mendoakan.

Rasulullah bersabda, dari Abu Musa Al-Asy’ari:

“Ababila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, “alhamdulillah” sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, “yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘yarhamukallah’ maka hendaknya dia berkata, “yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu).” (HR. Bukhari no. 6224 dan Muslim no. 5033). (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here