Mukisi.com-Halal dan sehat adalah dua hal yang berkesinambungan. Bahkan Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan), menjelaskan bahwa makanan ataupun produk yang beredar dengan logo halal, tentu memiliki kualitas yang baik bagi kesehatan.

Melihat UU No. 69 tahun 1999 tentang label pangan, pangan halal merupakan segala jenis makanan yang boleh dikonsumsi karena tidak mengandung unsur atau bahan yang dilarang, sesuai dengan syariat agama Islam.

Termasuk bahan baku pangan, bahan bantu, dan bahan penolong lainnya (pangan olahan rekayasa genetika dan iradiasi pangan).

Proses pengolahan pangan halal juga diperhatikan, seperti proses penyembelihan hewan ternak sesuai dengan syariat agama Islam dan tidak ada kontaminasi dari bahan pangan yang tidak halal saat proses produksi pangan.

Halal mengatur segala hal tentang pengolahan pangan, mulai dari bahan baku, cara memperoleh, proses pengolahan, sampai proses distribusi makanan. Oleh karena itu, para peneliti terus mengkaji konsep halal yang diterapkan terhadap kualitas pangan yang dihasilkan.

Kesimpulan yang didapat dalam studi yang dilakukan oleh Marin, melansir linisehat menyatakan bahwa halal memiliki sistem pengontrolan yang baik seperti halnya HACCP (Hazard Analysis and Critical Point) dan GMP (Good Manufacturing Practice). HACCP dan GMP merupakan suatu sistem yang digunakan untuk menjamin keamanan pangan bertaraf internasional.

Contohnya, dalam proses penyembelihan hewan ternak dengan konsep halal, akan menyebabkan daging terasa lebih empuk, jika dibandingkan dengan  penyembelihan dengan cara lain. Hal ini dikarenakan penyembelihan dengan konsep halal, menyebabkan darah akan keluar, sehingga tidak ada penumpukan darah di dalam daging yang menyebabkan tekstur menjadi keras.

Di sisi lain, produk farmasi (vaksin, obat,dll) dan kosmetik yang tidak mengandung bahan-bahan haram yang dilarang oleh Al-Quran dan Hadits (babi, alkohol, dan sebagainya).

Kini, pemerintah tengah menyiapkan diri untuk mendukung Indonesia sebagai pusat produk halal dunia. Usaha pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan, salah satunya, adalah dengan menampilkan produk-produk halal Indonesia dalam pameran di luar negeri.

Label Halal sebagai Keharusan

Melansir djpen.kemendag.go.id, dalam bisnis produk halal, jika produk yang dimaksud adalah makanan, minuman, kosmetik, maupun produk lainnya yang masuk ke dalam tubuh manusia, tentu perlu adanya jaminan halal. Konsumen produk halal tersebut sudah tentu akan mencari atau mempertanyakan kehalalan produk yang dikonsumsinya.

Karena itu, dalam bisnis produk halal, label halal merupakan suatu keharusan sebagai bentuk jaminan dan perlindungan bagi konsumennya serta juga memberikan jaminan mutu dalam suatu produk. Jaminan halal tentunya harus mengantongi sertifikat halal. Selain baik bagi kesehatan, jaminan itu memberikan nilai tambah dan daya saing sebagai alat promosi.

Sebagai contoh, jika seorang konsumen produk halal di negara lain yang ingin membeli makanan kalengan dan terdapat dua pilihan makanan kaleng yang sejenis, maka konsumen tersebut akan cenderung memilih produk yang telah mencantumkan label halal karena mereka merasa mendapat jaminan bahwa produk yang akan dikonsumsinya benar-benar halal dan baik. Untuk daging hewan misalnya, penyembelihannya dilakukan dengan memotong leher hewan tersebut dengan tujuan mengambil dagingnya.

Penyembelihan secara Islam diartikan sebagai penyembelihan sesuai syariat Islam. Daging yang dihasilkan dari penyembelihan secara Islam menghasilkan daging yang kaya rasa, lembut, aman dan higienis. Hal ini lah yang membuat selain konsumen muslim pun menjadi tertarik akan produk dengan jaminan halal. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here