Mukisi.com-Langsung tidur setelah shalat subuh ternyata tidak dianjurkan dalam Islam. Beberapa ulama pun menjelaskan hukumnya adalah makruh (jika tidak ada udzur dan keperluan). Di sisi kesehatan, yang demikian juga kurang baik juga untuk pola hidup yang sehat. Setelah subuh adalah waktu turunnya berkah dan rezeki, jika tidur maka tidak mendapatkan berkah ini.

Beberapa ulama menjelaskan hukumnya adalah makruh. Urwah bin Zubair berkata,

“Zubair bin Awwam  melarang anaknya tidur setelah subuh.” HR. Ibnu Abi Syaibah 5/222

Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah,

“Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah (waktu meraih kebaikan yang banyak.” (Madarijus Salikin, 1: 369)

Sebab yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah setelah melaksanakan shalat subuh, mereka duduk di masjid hingga matahari terbit.

Namun Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid dalam Fatawanya berkata, “Namun jika ada seorang yang memilih untuk tidur di setelah shalat Shubuh agar bisa bekerja dengan penuh vitalitas maka hukumnya adalah tidak mengapa, terutama jika tidak memungkinkan bagi orang tersebut untuk tidur siang dan hanya mungkin tidur di waktu pagi.” (Fatwa Al Islam Sual wa Jawab no. 2063)

Tidur setelah subuh tidak baik untuk kesehatan, karena saat itu adalah jam tubuh mulai melakukan metabolisme dan pemanasan. Jika tertidur lagi maka ibarat kendaraan yang tidak melakukan pemanasan. Ketika bangun jam 7 atau jam 8 pagi terasa masih lemas dan kurang bersemangat.

Tidur setelah subuh kurang sehat sebagaimana dijelaskan oleh ulama yang juga seorang dokter, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Beliau berkata,

“Tidur setalah subuh sangat berbahaya bagi badan karena melemahkan dan merusak badan karena sisa-sisa [metabolisme] yang seharusnya diurai dengan berolahraga/beraktifitas.” (Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad 4/222, Muassah Risalah, Beirut, cet. Ke-27, 1415 H)

Kemudian, tidur setelah shubuh bahkan hingga bangun di siang hari berdasar pakar rentan sebabkan depresi.

“Jam waktu tidur yang ditunjukkan pada kronotipe berpengaruh pada risiko depresi, yang sebenarnya tak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan gaya hidup,” tulis pemimpin penelitian, Dr Celine Vetter, dilansir dari Elite Reader.

Menurutnya, waktu dan seberapa lama kamu terkena sinar matahari mampu berdampak pada kronotipe dan risiko mengalami depresi.

Oleh sebab itu, tidur yang cukup dan waktu yang tepat untuk bangun merupakan hal yang terpenting agar menghindari depresi.

Agar lebih optimal, melakukan aktivitas di luar ruangan serta sering berolahraga merupakan salah satu faktor terpenting untuk mengurangi perkembangan dari kondisi gangguan mental. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here