Mukisi.com-Khitan atau operasi pengangkatan kulit penis merupakan prosedur medis yang biasa dilakukan pada anak-anak atau remaja muslim.Meski dalam dunia medis, prosedur ini masih dianggap kontroversial, namun juga banyak yang sudah membuktikan manfaat kesehatannya.

Selain itu, khitan juga ada dalam tuntunan Islam sebagai salah satu bentuk fitrah. Rasulullah bersabda,

“Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku.” (HR Bukhari Muslim).

Khitan bermula dari ajaran Nabi Ibrahim, sedangkan sebelumnya tidak ada seorangpun yang berkhitan (Ahkamul Qur`an, Ibnul Arabi (1/36))

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ibrahim berkhitan setelah berumur delapan puluh tahun”. (HR Bukhari dalam Fathul Bari (11/88) dan Muslim (7/97))

Melalui khitan, seorang anak sejak dini diajarkan mengenai pentingnya kesehatan dan kebersihan badan, terutama alat kelaminnya. Bagi laki-laki, khitan berfungsi untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah, khususnya yang berkaitan dengan kotoran air kencing.

Karena manfaat kesehatannya yang tinggi, kini prosedur khitan alias sunat dikabarkan tengah populer di masyarakat Barat. Diperkirakan separuh bayi laki-laki di AS pun telah menjalani prosedur ini pasca persalinan.

Seorang pakar Dr. Aaron Tobian dari Hopkins University, Baltimore, AS pun melihat manfaat besar dari khitan, yakni mengurangi risikio HIC, herpes dan kanker penis.

“Temuan ini tampaknya mengabaikan berbagai bukti medis yang menyatakan besarnya manfaat kesehatan prosedur ini. Di luar sana tak ada vaksin yang bisa mengurangi risiko HIV hingga 60 persen, herpes 30 persen dan kanker penis yang menyebabkan HPV sebesar 35 persen seperti halnya khitan,” jelas Tobian seperti dikutip dari Detik.

Satu kelompok dokter anak di Amerika Serikat yang berpengaruh mengatakan, khitan terhadap bayi yang baru lahir memberi manfaat kesehatan yang jauh lebih banyak ketimbang risikonya.

Melansir dari Kompas, asosiasi dokter anak Amerika menyebut bahwa data yang mereka miliki menunjukkan khitan mengurangi risiko kanker penis, infeksi saluran air seni, dan penularan penyakit seksual semacam HIV.

Selain itu, bagian ujung organ intim pria merupakan tempat tumbuhnya banyak bakteri. Jika tidak dikhitan, pria berisiko menderita inflamasi yang berujung pada berbagai masalah kesehatan. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here