Mukisi.com-Menjelang lebaran, beberapa RS di Indonesia bergerak mempersiapkan layanannya. Persiapan mereka untuk mendukung kebutuhan masyarakat atas layanan kesehatan dikala mudik. Karena, pasien kerap meningkat saat mudik tiba.

Pasalnya, ketika lebaran tiba tingkat pasien gawat darurat diklaim meningkat. Hal ini karena kecelakaan yang sering terjadi pada pemudik di jalan raya yang sulit dihindari. “Saat lebaran, terutama mobil ambulans harus siap siaga. Di dalamnya juga harus dilengkapi alat dan fasilitas yang memadai untuk menangani pasien gawat darurat,” ungkap dr. Harijanto Solaeman, M.M, Direktur salah satu RS Swasta di Palembang, dikutip dari okezone.

Kalau RS sudah mempersiapkan hal tersebut, pasien tak perlu ragu untuk meminta bantuan RS saat mengalami musibah di jalan raya. Juga, dengan kondisi lainnya yang harus menyelamatkan nyawa seseorang.

Ia mengimbuhkan, meski lebaran datang, RS tetap tidak boleh mengabaikan pasien. Pelayanan optimal harus tetap dilakukan RS pada pasien, apalagi jika pasien dalam kondisi gawat darurat. Karenanya, RS perlu untuk kembali membenahi alat hingga fasilitas agar pasien tetap puas terlayani.

Rumah sakit merupakan pusat layanan kesehatan publik yang tidak pernah mengenal kata libur. Pada lebaran sekalipun, RS tetap harus bisa memberikan pelayanan. “Pihak RS harus tetap melayani sisi kesehatan masyarakat, meski jam pelayanan hanya diberlakukan setengah hari. Namun, hari lebaran kedua, kegiatan kembali normal,” katanya.

Menurutnya, segala bentuk layanan di RS, termasuk trauma centre, harus tetap beroperasi. Terlebih lagi kesiapan mobil ambulans RS dalam menjangkau pasien. Karena, RS dimanapun berada harus siap siaga melayani pasien. Tak terkecuali bagi tenaga medis, harus siap dan memperlakukan pasien sebaik mungkin dan penuh kasih.

BPJS Turut Jamin Layanan RS Tetap Prima Saat Lebaran

Di sisi lain, Tutus Dewi Novita selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin dalam bisnis.com, mengatakan mulai dari H-7 hingga H+7 lebaran, peserta JKN-KIS tetap bisa memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS. Meskipun, pasien sedang mudik dan berada di luar kota.

“Peserta JKN-KIS yang sedang mudik lalu membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) meski tidak terdaftar di tempat tersebut. Untuk pendaftaran FKTP dapat dilihat di aplikasi mudik BPJS Kesehatan atau menghubungi BPJS Kesehatan Care Centre 1500 400,” tuturnya dalam Konferensi Pers Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan, Senin (27/5).

Apabila terdapat FKTP yang tidak dapat memberikan pelayanan saat libur Lebaran di tempat peserta JKN-KIS sedang mudik ataupun ketika peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP, maka peserta dapat dilayani di IGD Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.

Dengan begitu, para pemudik dapat mudik dengan nyaman. Karena RS telah mempersiapkan layananannya agar tetap optimal saat lebaran, dan BPJS juga turut menjamin pelayanan RS-RS yang bekerja sama dengan BPJS.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here