Mukisi.com-Rabu lalu (15/5), RSUD Brigjend. H. Hasan Basry Kandangan Kalimantan Selatan jalani Pra Survery Sertifikasi RS Syariah. Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) pun, menilai RS tersebut cukup potensial untuk menjadi RS Syariah.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi dari Mukisi yang hadir sebagai asesor adalah dr. H. Masyhudi AM, M.Kes, dan Miftachul Izah, SE., M.Kes yang  masing-masing menjabat sebagai Ketua Umum dan Wakil Sekretaris Mukisi.

Seluruh sivitas RS pun turut menyambut pra survey tersebut. Mulai dari jajaran dokter, kepala bidang, hingga direksi. Direksi RS menyampaikan dalam sambutannya, mengenai persiapan yang sudah dilakukan RS dalam menjadi RS Syariah, serta harapannya untuk segera mendapat survey sertifikasi RS Syariah.

“Jika terwujud, mereka akan menjadi RS Syariah pertama di Kalimantan,” terang Mifta.

Acara dimulai dengan sambutan asesor dan direksi RS, dilanjut dengan telaah dokumen dan lapangan.

“Kami memeriksa dokumen dari 13 kelompok kerja standar, dipastikan apakah dokumennya sudah sesuai, kami kemudian telusur lapngan untuk meninjau apakah regulasi dan implementasi sudah optimal,” imbuhnya.

Tim menilai cukup banyak perubahan daripada sat pendampingan, dan pada saat pra survey. Beberapa hal yang disampaikan tim Mukisi saat pendampingan, sebagian sudah diterapkan oleh  RSUD Brigjend. H. Hasan Basry Kandangan.

“Pada ranah implementasi perlu ditingkatkan, sebab dari sisi dokumen sudah hampir semua dipenuhi,” tutur wanita yang juga menjabat sebagai Direktur Umum RSI Sultan Agung Semarang ini.

Dari hasil pra survey, RSUD Brigjend. H. Hasan Basry Kandangan dinilai cukup baik. Namun untuk menuju RS Syariah, RS harus memenuhi capaian 80 persen dari penilaian tim.

“Kalau secara agregrat kurang sedikit saja untuk mencapai itu, tapi itu wajar,” imbuhnya.

Untuk menyempurnakan capaian, RSUD Brigjend. H. Hasan Basry Kandangan sudah memiliki Komite Syariah sebagai salah satu syarat RS Syariah. Menurut tim asesor, Komite Syariah tersebut sudah ada dan mulai bekerja sesuai peran dan tanggungjawabnya.

“Masyarakat daerah sana sebagian besar kaum muslim, jadi lebih mudah untuk RS Syariah berkembang dengan baik. Kita berharap RS ini bisa segera disurvey, karena secara umum sudah siap. Akad-akad juga sudah dilaksanakan,” pungkas Mifta. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here