Mukisi.com-Sabtu lalu (18/5), RS Syarif Hidayatullah Ciputat mendapat pendampingan sertifikasi RS Syariah dari Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi). RS tersebut pun berkomitmen untuk segera dapatkan survey dalam waktu lima hingga enam bulan ke depan.

Kegiatan tersebut berlangsung delapan jam, dari pukul 8 pagi hingga 4 sore. Hadir pula delegasi dari Mukisi yakni dr. Yahmin Setiawan, MARS dan Inggit Fatmawati, SE, MM, yang masing-masing menjabat sebagai anggota Divisi Aliansi Strategis dan Wakil Bendahara Mukisi.

Mereka mendaftar pendampingan sejak 2 pekan sebelumnya,” terang dr. Yahmin.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Amir Fauzi, MARS selaku direktur RS menyampaikan bahwa niatan RS untuk mengikuti survey sertifikasi RS Syariah sudah ada sejak tahun 2018. Namun baru siap di saat ini. Pihak RS pun sangat ingin segera tersertifikasi RS Syariah agar semakin barokah.

Acara diawali dengan penjelasan secara umum tentang Mukisi dan Sertifikasi RS Syariah kepada seluruh peserta yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan standar sertifikasi RS Syariah yang lebih terperinci, yakni mengenai standar pelayanan dan manajemen RS Syariah, sehingga peserta dibagi ke dalam 2 kelas.

Kemudian seperti biasa, kami melakukan telusur lapangan untuk memberikan masukan tentang sarana dan prasarana RS yang harus disesuaikan dengan standar,” imbuhnya.

Acara berakhir dengan exit conference berupa kesimpulan dari apa yang sudah dilakukan di hari itu, serta membangun motivasi dan komitmen bersama bahwa RS akan maju pada tahapan survey sertifikasi RS Syariah yang insyaa Allah dilaksanakan 5-6 bulan yang akan datang.

Insyaa Allah, dengan SDM yang mayoritas berusia muda dan bersemangat untuk mewujudkan RS Syarif Hidayatullah yang tersertifikasi RS Syariah. Juga hubungan yang baik dengan UIN Syarif Hidayatullah sebagai institusi pendidikan akan menjadi potensi yang besar untuk mengembangkan dan menyebarluaskan standar Sertifikasi RS Syariah ke depannya,” terangnya.

Menurut Dokter Yahmin, salah satu hal yang menarik dari RS Syarif Hidayatullah Ciputat adalah hubungannya dengan UIN Syarif Hidayatullah sebagai institusi pendidikan.

Diskusikan Banyak Hal

Tak ingin menyiakan kesempatan, RS Syarif Hidayatullah Ciputat pun mendiskusikan banyak hal kepada Mukisi. Mulai dari standar rawat jalan, rekam medis, hingga penetapan tarif dan laporan keuangan yang sesuai dengan standar RS Syariah.

Mereka menanyakan tentang standar pelayanan, khususnya tentang implementasi standard RS Syariah pada pasien rawat jalan dan rawat inap, terutama berkaitan dengan catatan di rekam medis pasien. Ditanyakan juga tentang pengelolaan obat-obatan di apotek yang mengikuti Standar Sertifikasi RS Syariah dan Fatwa DSN MUI no 107 thn 2016,” imbuhnya.

Sedangkan di kelompok manajemen banyak didiskusikan tentang permasalahan penetapan tarif dan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan Standar RS Syariah. Ditanyakan juga kepada Tim Pendamping dari Mukisi tentang akad-akad yang akan diberlakukan nantinya.

Mukisi Himbau Sertifikat Halal Gizi dan Lainnya

Mukisi berpesan kepada RS Syarif Hidayatullah Ciputat untuk segera sosialisasi terkait implementasi standar, dan memproses urusan sertifikat halal gizi beserta sertifikat sistem jaminan halalnya.

Kemudian, segera membentuk panitia Sertifikasi RS Syariah yang menyiapkan regulasi dan dokumen Standar Sertifikasi RS Syariah. Dan penguatan implementasi standar dengan pelaksanaan mandatory training fiqih pasien untuk seluruh karyawan,” pesannya.

Mukisi berharap, RS Syarif Hidayatullah Ciputat segera tersertifikasi syariah sehingga menjadi bagian dari #2020ada100RSSyariah di Nusantara. “Insyaa Allah, sesuai target,” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here