Mukisi.com-Kamis lalu (16/5), Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) bersilaturrahim ke Dompet Dhuafa. Dengan silaturrahim tersebut, diharapkan adanya kolaborasi antara Mukisi dan Dompet Dhuafa (DD) terkait dengan penyebaran semangat bersyariah di dalam lingkungan RS.

Kesempatan silaturrahim kali ini, Mukisi diwakili oleh dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS, selaku Sekretaris Mukisi dan dr. Hadiyani Nugraha, sebagai Wakil Ketua Mukisi Banten. Kedatangan mereka disambut baik oleh pihak DD. Pada kesempatan itu pula dari DD, drg. Imam Rulyawan, MARS, Presiden Direktur DD Philanthropy, dan Erwin Muhtaruddin, SKM., M.Kes, pimpinan dari DD Medika turut serta menyambut silaturrahim Mukisi.

“Mukisi dalam silaturrahim tersebut menyampaikan hal-hal terkait dengan perkembangan RS Syariah dan IHEX 2019 lalu,” jelas dokter Burhan. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini trend RS Syariah disambut baik oleh berbagai RS di nusantara. Buktinya telah ada 54 RS yang terdaftar untuk sertifikasi syariah dan yang sudah tersertifikasi syariah.

Kunjungan itu juga sebagai rencana lanjutan kolaborasi antara Mukisi dengan DD. Mukisi juga turut belajar dan ingin lebih lenjut berdiskusi dengan DD tentang pengelolaan RS yang menggunakan konsep wakaf. Karena, DD Medika sendiri telah memiliki dan mengelola 12 RS dengan konsep wakaf.

“Kami ingin belajar dan berdiskusi dengan DD untuk pengelolaan RS berbasis wakaf. Dan kami juga berharap bahwa RS-RS yang dikelola DD juga mengajukan sertifikasi syariah untuk berpartisipasi menyebarkan semangat bersyariah di RS.” lanjutnya.

Sementara itu, kolaborasi ini sudah ada dalam rencana Mukisi sejak IHEX 1st dilaksanakan. Kali pertama, mereka mengundang DD untuk menjadi pembicara dalam IHEX 1st tersebut. Dan setelah itu, berlanjutlah niat Mukisi untuk belajar pada DD soal RS dengan konsep wakaf.

RS anggota Mukisi sendiri sudah ada yang telah menjalankan operasionalnya dengan konsep wakaf. RS tersebut adalah RS Islam Sultan Agung Semarang, yang menjadi RS pilot project untuk sertifikasi syariah pertama kali. Dan RS ini memiliki badan wakaf tersendiri yaitu, Badan Wakaf Sultan Agung. Dimana artinya, RS ini telah berjalan dengan kelolaan profesional.

Kemudian, pada saat silaturrahim, pihak DD merespon dengan sangat baik. Diskusi terkait kolaborasi berlanjut dengan detail. Hingga akhirnya, Mukisi merangkum keputusan. “Kami akan membuat tim untuk mengelola RS dengan konsep wakaf,” jelas pria yang juga Sekretaris Mukisi itu.

Dengan adanya kolaborasi ini, Mukisi memiliki banyak harapan. “Kami berharap ada pola kelolaan tersendiri dan profesional untuk mengelola RS berbasis wakaf. Dan kami juga berharap akan lebih banyak lagi pihak yang turut menyebarkan semangat bersyariah di RS,” akunya.

Ia pun juga mengungkap bahwa Mukisi akan terus bekerja sama dengan berbagai badan wakaf. Hingga saat ini, berbagai badan wakaf telah berproses untuk berkolaborasi dengan Mukisi. Selain DD, juga ada Global Wakaf, E-Wakaf, dan Badan Wakaf Indonesia.

Insya Allah, setelah Ramadan, Mukisi akan kembali menindaklanjuti kolaborasi ini,” tutupnya mengakhiri wawancara.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here