Mukisi.com-Rumah Sakit (RS) dikenal dengan kerentanan menjadi tempat yang berisiko untuk menangkap kuman. Oleh karenanya, perlunya kebersihan RS haruslah diprioritaskan. Berikut checklist kebersihan RS.

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah diskusi interaktif, Indonesia Hygiene Forum (IHF) bekerjasama dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) soroti pentingnya kebersihan RS. Dalam hal ini, beberapa hal yang disoroti termasuk kebersihan lantai RS, dan beberapa area RS lainnya.

Lantai RS dan Kamar Mandi RS

Menurut IHF, kebersihan kamar mandi RS harus dijaga agar memiliki lingkungan yang sehat dan mendukung kesembuhan pasien. Penelitian yang dilakukan oleh Association of Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC) tahun 2017, melansir dari sindonews menemukan bahwa lantai rumah sakit memiliki risiko tinggi dalam menyebarkan infeksi, di mana lantai di ruang pasien terbukti mengalami kontaminasi bakteri.

Oleh karenanya, kebersihan lantai harus terjamin dengan peralatan kebersihan, seperti kain pel yang terjaga dan terawat.

Dalam hal ini, RS Syariah juga menjaga kebersihan fisik dan lingkungan pasien. Hal ini dilakukan dengan cara menerapkan penggunaan simbol yang berbeda pada alat-alat kebersihan agar area suci dan tidak suci tidak terkontaminasi, sebagaimana yang dilakukan RSI Sultan Agung Semarang. Simbol tersebut dibedakan berdasar area yang suci dan non suci.

Mop bersimbol biru untuk membersihkan area selasar dan kantor. Mop berwarna putih untuk membersihkan area musholla dan masjid. Mop merah untuk membersihkan area kamar mandi. Sedangkan mop kuning untuk membersihkan area kamar pasien dan laundry. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi pencampuran penggunaan alat kebersihan untuk area suci dan non suci.

Kamar Pasien

Pembersihan kamar pasien harus  signifikan dengan penggunaan disinfektan. Yang mana disini ditujukan pada pasien yang dapat membawa kuman menular dan kemudian  dipindahkan ke seluruh daerah ruangan baik berupa sentuha. Sisi dan depan tempat tidur harus selalu didesinfeksi. Terutama kasur pasien membutuhkan sanitasi yang sangat perlu. Juga benda Lainnya seperti remote Televisi, tombol bantuan, meja, laci, dan gagang pintu. Pembersihan barang-barang tersebut bertujuan untuk menghindari risiko baik itu virus dan bakteri yang dapat menginfeksi pasien lainnya dan pengunjung pasien.

Sebab, menurut IHF, penyebaran melalui benda mati harus diinterupsi melalui pembersihan, disinfeksi, dan atau sterilisasi. Lebih lanjut mereka menyebut pemilihan disinfektan dan metode disinfeksi sepatutnya mempertimbangkan beberapa hal, seperti sifat benda yang akan mendapatkan tindakan disinfeksi, jumlah mikroba pada permukaan, resistensi mikroba terhadap efektivitas disinfektan, jumlah kotoran yang terkandung pada permukaan, tipe dan konsentrat disinfektan yang digunakan, serta suhu dan waktu kontak dengan disinfektan.

Peralatan Medis

Pembersihan peralatan medis baik itu di ruang operasi maupun ruangan tindakan lainnya juga sangat penting. Semua peralatan medis harus disterilkan sebelum dan setelah digunakan. Manakala pembersihan peralatan yang telah terkena berupa bercak darah dari tubuh pasien , debu, kotoran dan tumpahan lainnya, yang memerlukan pembersihan sehari-hari. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here