Melihat kebutuhan masyarakat soal kesehatan, baru-baru ini Kementerian Perhubungan akan menyebarkan kapal rumah sakit ke tiga provinsi. Provinsi tersebut di antaranya, Kepulauan Riau, Jawa Timur dan Papua. Akan ada enam hingga sembilan kapal yang disebar di provinsi tersebut.

Dilansir dari suryamalang.tribunnews.com, penyebaran kapal RS ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat kunjungan ke Pelabuhan Kalianget Kabupaten Sumenep bersama Menteri Kesehatan pada Minggu lalu (12/5).

Ia mengatakan bahwa kapal ini sejatinya adalah kapal penumpang, namun sebagian kapal tersebut akan difungsikan sebagai poliklinik. Kapal ini akan menghampiri masyarakat pulau-pulau terluar yang membutuhkan fasilitas kesehatan.

“Jadi kapal ini akan keliling mengantar penumpang, sambil juga memeriksa pasien. Saya kira ini hal yang cukup baik,” jelasnya dikutip dalam CNN Indonesia.

Sementara itu, saat ini kapal sedang dalam pengerjaan. Ide ini muncul tatkala ia melakukan rapat koordinasi bersama Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dalam rapat tersebut, Budi melihat masyarakat Madura Timur membutuhkan layanan kesehatan.

“Tadi pagi kami rapat sama ibu gubernur dan disampaikan bahwa di daerah Sumenep, kepulauan banyak dibutuhkan fasilitas kesehatan,” tambah Budi.

Kapal yang akan digunakan berjenis kapal rede berkapasitas penumpang berjumlah 50 orang. Kemenhub dan Kemenkes bekerja sama membuat dua kapal RS bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Rencananya, kapal-kapal ini akan sampai Jawa Timur setelah Idulfitri nanti.

“Ini untuk kapal rumah sakitnya, Alhamdulillah sedang kita buat. Insya Allah setelah lebaran nanti kita akan serahkan pada Bu Khofifah,” pungkas Menteri Perhubungan tersebut.

Di sisi lain, Hal senada juga disampaikan Menteri Kesehatan, Nila F Moloek yang juga ikut meninjau Pelabuhan Kalianget Sumenep. Ia mengatakan, kapal itu akan diserahkan dari kerjasama Kemenhub dan Kemenkes.

“Saya sepakat dengan Pak Budi jika kapal rumah sakit ini juga punya fungsi untuk mengangkut penumpang. Karena kalau berdiri sendiri oeprasional kapal rumah sakit jatuhnya akan mahal,” tegas Nila.

Petugas pelayanan kapal rumah sakit bisa ikut keliling mengecek penumpang. Jika ada yang membutuhkan layanan bisa langsung ditangani karena ada dalam satu nahkoda kapal.

Kemudian, Gubernur Jawa Timur juga turut mengapresiasi niat baik ini. Karena menurutnya, peningkatan fasilitas layanan transportasi sangat dibutuhkan di Jawa Timur. “Untuk rencana penyerahan kapal rumah sakit, kami terima kasih. Mudah-mudahan bisa menjadi proses untuk memberikan layanan berkualitas pada masyarakat,” tutur Khofifah.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here