Mukisi.com-Ketika berobat ke RS ataupun klinik dengan BPJS terkadang masih ditemukan beberapa RS yang mengutip biaya tambahan ke pasien. Padahal, hal ini tidak dibenarkan. Jika hal ini dilakukan oleh RS, pasien dapat melapor ke kantor BPJS terdekat.

Fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS tidak dibenarkan mengutip biaya tambahan ataupun tambahan beli obat pada pasien BPJS. Dengan syarat, pasien tersebut telah mengikut alur prosedur dan aturan yang berlaku, seperti dikutip dari Republika.

“BPJS tidak membenarkan pengutipan biaya tambahan kepada pasien peserta BPJS,” kata Staf Komunikasi Kantor Cabang BPJS Gunungsitoli, Sumatera Utara, Trianto Siagian.

Jika ada fasilitas kesehatan yang melakukan hal ini pada pasien, mengutip biaya tambahan atau tambahan beli obat, pasien BPJS yang keberatan bisa melapor ke kantor cabang BPJS terdekat. Pasien atau peserta BPJS tersebut sebelumnya akan mengisi formulir keberatan dahulu. Formulir ini akan menjadi dasar bagi BPJS untuk menindaklanjuti laporan peserta tersebut.

Kemudian, jika memang ditemukan kebenaran atas laporan tersebut, suatu fasilitas kesehatan ditemukan memberi kutipan tambahan biaya pada pasien BPJS, mereka akan diberikan teguran. Setelahnya, fasilitas kesehatan tersebut diimbau untuk mengembalikan uang tambahan tersebut pada peserta BPJS. Namun, jika pada kasusnya, suatu fasilitas kesehatan terus melakukan kesalahan yang sama, maka BPJS akan memberikan sanksi administrasi dengan tegas hingga kontrak kerja sama diputus.

Lebih lanjut dipaparkan oleh Trianto, seluruh pengobatan dan jasa medis peserta BPJS yang berobat di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS, ditanggung sepenuhnya oleh BPJS.

“Obat yang ditanggung BPJS hanya obat yang telah ditentukan standar formularium nasional. Sedangkan obat yang tidak sesuai dengan standar tersebut, atau berdasarkan permintaan pasien tidak ditanggung oleh BPJS,” ungkapnya.

Dalam hal ini, ia pun juga mengakui bahwa masih ada beberapa fasilitas kesehatan yang melakukan hal demikian. Meski, BPJS telah melakukan sosialisasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka dari itu, BPJS merangkul kepala desa, puskesmas, serta semua pihak untuk terus melakukan sosialisasi pada masyarakat.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here