Mukisi.com-Ada beberapa kelompok pasien yang dalam dunia medis tak dianjurkan untuk berpuasa. Berikut penuturannya menurut Dewan Pertimbangan IDI Jakarta Pusat.

“Semoga dengan informasi ini kita bisa mengingatkan anggota keluarga, yang ternyata masuk kelompok yang tidak dianjurkan puasa. Tentunya supaya masalah kesehatan tidak makin berat,” kata Prof. DR. Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD.K-GEH, Dewan Pertimbangan IDI Jakarta Pusat, melansir Detik.

Dan diantara 11 kelompok pasien yang dimaksud, antara lain,

Pasien yang Diinfus

Pasien yang sedang dalam perawatan rumah sakit dan menerima infus cairan makanan, atau pasien yang sedang mendapat transfusi darah tidak dianjurkan berpuasa menurut Dr. Ari.

Terkait hukum pasien infus yang berpuasa, Syekh Muhammad Shalih al-Munjid di dalam Fatawa al-Islam, yang menyebutkan bahwa jika suntikan itu berfungsi seperti makanan atau minuman, maka hal itu membatalkan puasa. Sebab ketika itu dilakukan berarti ia telah mengonsumsi makanan atau minuman.

Pendapat ini sama dengan yang pernah dinukil di dalam Sirrul Yaqut an-Nafis bahwa setiap infus atau yang masuk ke dalam tubuh dan berfungsi sebagai makanan atau minuman, maka hal ini membatalkan puasa.

Infus maupun suntik biasanya digunakan untuk membantu orang yang sedang sakit. Oleh sebab itu, sudah selayaknya seseorang mengerjakan puasa di lain kesempatan jika memang penyakitnya membuatnya tidak mampu mengerjakan puasa.

Pasien Infeksi Akut

Pasien yang mengalami infeksi akut seperti diare akut, pneumonia, infeksi saluran kencing dan infeksi lain yang menyebabkan demam tinggi dianjurkan untuk tidak melakukan puasa.

Pasien Migrain atau Vertigo

Menurut dr. Ari, dalam hal ini pasien migrain atau vertigo yang dikhawatirkan kondisi sakitnya akan bertambah buruk bila tidak makan atau minum obat, maka boleh tidak berpuasa dan tidak dianjurkan puasa.

Pasien Gangguan Pernapasan Akut

Pasien dengan gangguan asma akut, penyakit paru obstruksi kronis yang berat, dr. Ari menyebut tidak dianjurkan untuk berpuasa.

Pasien Gagal Jantung

Pasien jantung dengan gagal jantung dianjurkan tidak berpuasa. Saran ini terkait kondisi pasien yang berisiko makin parah.

Pasien Maag Akut

Penyakit maag sebetulnya tidak mengganggu puasa. Namun pasien dengan sakit maag yang sedang dalam keadaan akut misal muntah-muntah dan nyeri hebat sampai keluar keringat dingin tidak dianjurkan berpuasa.

Penyintas Kanker

Penyintas kanker yang belum atau sedang dalam pengobatan sebaiknya tidak puasa. Kondisi kesehatan pasien dikhawatirkan memburuk jika menunda makan atau minum obat.

Pasien dengan gangguan liver

Gangguan liver kronis meliputi sirosis, hepatitis B, atau hepatitis C. Pengobatan yang dijalani bisa membatalkan puasa.

Pasien Gagal Ginjal Kronis

Saran tidak puasa berlaku bagi pasien dengan gagal ginjal yang sedang cuci darah atau peritoneal dialisis. Tindakan medis dikhawatirkan bisa membatalkan puasa.

Lajnah Daimah (Komite Tetap untuk Fatwa dan Penelitian Ilmiah) ditanya, “Apakah cuci darah bisa membatalkan puasa?”

Pertama, Lajnah Daimah memberikan kesimpulan dari keterangan tim medis tentang proses cuci darah, yang intinya: mengeluarkan darah dari pasien, dimasukkan ke dalam suatu alat agar dilakukan perawatan tertentu, kemudian dikembalikan ke tubuh pasien. Dalam proses ini, zat kimia dan mineral tertentu ditambahkan ke dalam darah tersebut, seperti: kadar gula, ion tubuh, atau yang lainnya.

Kedua, setelah Lajnah Daimah melakukan pengkajian tentang sistem kerja cuci darah, melalui beberapa informasi dari beberapa pakar kedokteran, mereka memfatwakan bahwa cuci darah membatalkan puasa.(Kumpulan Fatwa Lajnah Daimah, 10:190)

Diabetes yang Belum Terkontrol

Pasien diabetes yang gula darahnya belum terkontrol sebaiknya tidak puasa. Saran serupa juga diberikan bagi pasien dengan kebutuhan insulin tinggi mencapai lebih dari 40 unit (U) per hari.

Lansia dengan Alzheimer

Orang lanjut usia yang mengalami pikun atau alzheimer dianjurkan tidak puasa. Kondisi ini mengakibatkan pasien berisiko lupa sudah atau belum makan dan minum. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here