Mukisi.com-RSI Sultan Agung adalah pioner RS Syariah. Tak heran bila dalam program dan pembangunannya tak lepas dari unsur religi dan spiritualitas. Pekan lalu, RSI Sultan Agung telah mewisuda 51 tahfiz dari Rumah Tahfiz Darus Syifa RSI Sultan Agung Semarang.

Guna fasilitasi kebutuhan spiritual sivitas RS, RSI Sultan Agung sejak tahun 2016 mulai membangun rumah tahfidz bernama Darus Syifa. Uniknya, para tahfidznya adalah para karyawan di RSI Sultan Agung.

Program tahfiz quran memang menjadi program unggulan di RSI Sultan Agung. Tiap staf dan jajaran direksi dipacu untuk terus meningkatkan hafalan qur’annya.

Pada Ahad lalu (28/4), RSI Sultan Agung menggelar Qiyamul Lail dan Wisuda Tahfizh Angkatan ke 6 Rumah Tahfiz Darus Syifa RSI Sultan Agung. Total ada 650 orang menghadiri acara rutin tahunan ini.

“Acara dimulai dini hari, yakni pukul 3 pagi. Diawali dengan Qiyamul Lail (tahajud),” ungkap Chanif Miftahuddin, Humas RSI Sultan Agung Semarang.

Penyelenggaraan qiyamullail memang sengaja diselenggarakan empat kali dalam setahun. Salah satunya diselenggarakan mendekati bulan suci Ramadhan.

“Dilangsungkan mendekati bulan suci Ramdahan, guna menggugah semangat karyawan dalam mempersiapkan diri menyambut ramadhan dengan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Quran,” ujarnya.

Jumlah Wisudawan Meningkat dari Tahun Sebelumnya

Yang menarik adalah bahwa tahun ini jumlah wisudawan lebih banyak dan meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu 51 orang.

“Jumlah ini 50% meningkat dari tahun sebelumnya. Dan juga tahun ini mewisuda 21 orang khatimin dan khatimat juz 1. Biasanya hanya mewisuda khotimin khotimat juz 30 saja,” imbuhnya.

51 orang yang diwisuda terdiri dari 30 wisudawan juz 30 bil ghoib. Dan 21 wisudawan juz 1 bilghoib.

3 Direktur RS Turut Diwisuda

Menariknya lagi, 3 direktur RS termasuk direktur utama ikut diwisuda. 3 Direktur yang berhasil diwisuda adalah dr. H Masyhudi AM, M.Kes selaku direktur utama, Hj Miftahul Izah, SE, M.Kes selaku direktur umum, dan dr. Minidian Fasitasari, M.Sc, Sp.GK selaku direktur pendidikan.

Hal ini tentunya dapat menjadi teladan bagi staf RSI Sultan Agung untuk terus bersemangat mempelajari dan menghafal Al-Quran kalamullah.

Kegiatan ini diawali dengan qiyamullail, sholat subuh berjamaah, prosesi wisuda, doa takhtimul quran oleh KH. Yahya al Mutamaqin Al.Hafizh, sambutan direktur utama sekaligus penyerahan simbolis bekal ramadhan, sambutan ketua umum yayasan, dan ditutup dengan tausiah singkat.

“Kami sengaja mengundang KH. Yahya al Mutamaqin Al.Hafizh, karena beliau adalah sosok penghafal alquran yang luar biasa, mampu memberikan spirit bagi kawan-kawan yang dalam proses menghafal alquran. Dan merupakan alim ulama yang disegani di kalangan masyarakat,” imbuh Chanif.

RSI Sultan Agung Bertekad Cetak SDM Berjiwa Islami

Melalui acara ini, RSI Sultan Agung ingin menyisipkan pesan bahwa menjadi muslim, Al-Quran menjadi wajib untuk dipelajari.

“Terlebih institusi Islam seperti RSI Sultan Agung, yang pelayanannya harus selalu bernafaskan syariat islam,” pungkas dia.

Maka untuk mewujudkan hal tersebut, RSI Sultan Agung bertekad untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang islami. Melalui kegiatan ini, RSI Sultan Agung berharap dapat memotivasi seluruh pegawai untuk mendalami Al-Quran jauh lebih dalam lagi.

“Bahkan ditengah kesibukan kita dalam melayani umat, kita harus mampu menghafal Al-Quran, perlahan tapi pasti,” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here