Mukisi.com– Ketika hendak berobat ke RS, kerapkali pasien dihadapkan pada pilihan-pilihan rumah sakit. Salah satu pertimbangannya adalah layanan yang baik, sarana prasana memadai, dan semua hal di dalam RS sesuai standar. Agar pasien dapat berobat dengan nyaman, pasien perlu tahu beberapa hal penting tentang RS.

Beberapa waktu lalu, publik sempat dihebohkan dengan adanya vaksin palsu. Isu tersebut membuat turunnya kepercayaan publik pada RS. Yang publik harapkan ketika berobat ke RS adalah terjamin kesehatannya, dengan isu demikian tentunya membuat kepercayaan publik pada RS menurun.

Agar Anda tak turut menurun kepercayaannya terhadap pelayanan rumah sakit, sudah seharusnya menjadi seorang pasien cerdas. Untuk meyakinkan tentang bagaimana pelayanan RS, Anda dapat bertanya kepada pihak RS tentang akreditasi RS.

Menurut data dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada tahun 2016 dikutip dari Republika, hingga saat ini hanya 50 persen RS di Indonesia yang mengantongi akreditasi.

“Seharusnya RS memasang hasil akreditasi KARS untuk kebaikan pasien,” kata Tulus Abadi, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). RS yang telah terakreditasi memungkinkan memiliki sistem administrasi yang baik serta semua pelayanan yang sesuai standar dan prosedur.

Kemudian, menurut Drs. Arustiyono, Apt., M.Ph, Direktur Pengawas Distribusi Produk Terapetik Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), pasien juga jangan sungkan menanyakan seputar obat yang diberikan untuk dikonsumsi.

Akreditasi RS Berbeda dengan Hotel

Sementara itu, dikatakan oleh Ketua Eksekutif KARS Seluruh Indonesia, Sutoto, akreditasi rumah sakit tak bisa disamakan dengan akreditasi hotel. Karena, yang dinilai bukan fasilitas mewah RS.

“Kalau akreditasi RS yang dinilai itu bagaimana dokter memeriksa pasien. Sesuai standar atau tidak. Pasien masuk kamar operasi, anestesinya bagaimana, bukan hanya gedung yang dinilai,” ungkapnya.

Selain hal itu, para perawat RS juga turut dinilai dalam memberikan perawatan. Jika RS ditemui hanya gedungnya saja yang mewah, namun perawatannya tidak sesuai standar dan prosedur tentu hal ini tidak memenuhi akreditasi. “Akreditasi RS itu tidak seperti hotel yang dilihat kemewahan dan kenyamanan gedungnya,” imbuh Sutoto.

Lalu, juga ada pengujian kemampuan karyawan RS dalam memadamkan api. Ini dimaksudkan agar jika terjadi kebakaran, karyawan RS dapat melakukan pemadaman api terlebih dahulu tanpa menunggu anggota pemadam kebakaran. Karenanya, karyawan RS juga perlu dilatih akan hal ini.

Menjadi pasien cerdas sangat penting demi kenyamanan ketika berobat dalam suatu RS. Bukan dari RS saja yang membuat pasien nyaman, namun bisa dimulai dari pasien itu sendiri. Memastikan dan menanyakan kepada RS tentang akreditasinya dengan tujuan agar pelayanan yang diterima pasien sesuai standar dan prosedur. Dengan demikian, publik dapat terus mempercayakan RS agar terjamin kesehatannya.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here