Mukisi.com-Daging kambing, selain memiliki banyak keberkahan, juga mendatangkan sejumlah manfaat kesehatan. Berikut ulasannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing karena di dalamnya terdapat barakah.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam As-silsislah As-shahihah 2/417).

Dalam daging kambing terdapat berkah, begitu juga pada susu dan kulitnya. Ahli tafsir Al-Qurthubi rahimahullah berkata,

“Allah telah menjadikan berkah pada kambing di mana kambing bisa dimanfaatkan untuk pakaian, makanan, minuman, banyaknya anak ,karena kambing beranak tiga kali dalam setahun, sehingga memberikan ketenangan bagi pemiliknya. Kambing juga membuat pemiliknya rendah hati dan lembut terhadap orang lain” (Al-jami’ liAhkaamil-Qur’an 10/80, Darul Kutub Al-Mishriyah, Koiro, 1384 H, syamilah)

Di sisi kesehatan, ternyata daging kambing memiliki kandungan protein dan gizi yang lebih baik daripada daging sapi dan daging kerbau. Demikian ditegaskan oleh Ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), Yudi Guntara Nor, melansir liputan6.

“Padahal hasil penelitian, sumber protein daging kambing itu paling baik di antara lainnya dalam kategori daging merah, lalu setelah itu sapi dan domba relatif sama,” ujarnya.

Lebih lanjut Yudi menyebut, jika dibandingkan dengan daging sapi, kandungan protein daging kambing lebih bagus.

“Stigma daging kambing saat ini masih negatif, padahal hasil penelitian sumber protein daging kambing itu paling baik di antara daging merah lainnya, lalu setelah itu sapi dan domba relatif sama. Maka tidak salah kalau kita di muslim, Rasul mencontohkan konsumsi domba dan kambing,” ujar dia.

Adapun anggapan umum yang terjadi pada beberapa orang adalah tensi justru naik setelah makan daging kambing atau kolesterolnya naik. Mengenai hal ini, dr. Raehanul Bahraen, spesialis patologi dari FK UGM menjawab beberapa kemungkinan sebagaimana dikutip dari muslimafiyah.

Pertama, cara pengolahan daging yang tidak sehat, misalnya memakai bumbu dan minyak yang berlebihan, terlalu lama diolah sehingga vitamin dan kandungan mineralnya hilang.

Kedua, terlalu berlebihan mengkonsumsi daging saat “pesta daging” dan wajar saja, apa-apa yang berlebihan pasti akan menjadi racun.

Kemudian ia mengutip buku toksikologi hal. 4, Bag Farmakologi dan Toksikologi UGM, 2006, bahwa dalam kedokteran barat modern dikenal ungkapan,

All substances are poison. There is none that is not poison, the right dose and indication deferentiate a poison and a remedy”. Yang artinya,

“Semua zat adalah [berpotensi menjadi] racun. Tidak ada yang tidak (berpotensi menjadi) racun. Dosis dan indikasi yang tepat membedakannya apakah ia racun atau obat”.

Oleh karenanya seberapa banyak daging kambing yang dikonsumsi adalah salah satu faktor penentu datangnya manfaat, ataupun masalah kesehatan. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here