Mukisi.com-Al-Quran memang ‘obat penenang’ yang mujarab bagi siapa saja yang ditimpa kecemasan. Selain mendapat pahala, membaca ayat suci Al-Qur’an ternyata mendatangkan sejumlah manfaat kesehatan. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa studi.

Sebuah survey yang dilakukan oleh Dr Ahmed Al-Qadhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, dikutip dari Republika, telah berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci Alquran, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar. Termasuk salah satunya dapat menangkal berbagai macam penyakit. Hal tersebut, kemudian dikuatkan lagi oleh penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston.

Menurut tuntunan Islam, bagi mereka yang sedang mengaji disarankan untuk bersuara atau minimal terdengar oleh telinga sendiri.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan,
Qiraah itu harus dengan lisan. Jika seseorang membaca bacaan-bacaan shalat dengan hati saja, ini tidak dibolehkan. Demikian juga bacaan-bacaan yang lain, tidak boleh hanya dengan hati. Namun harus menggerakan lisan dan bibirnya, barulah disebut sebagai aqwal (perkataan). Dan tidak dapat dikatakan aqwal, jika tanpa lisan dan bergeraknya bibir (Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin, 13/156)

Rupanya, setiap sel di dalam tubuh manusia bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh.

“Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya,” tutur Muhammad Salim dalam hasil penelitiannya itu.

Dr Al Qadhi menemukan, membaca Alquran dengan bersuara, akan memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.

Penelitian berikutnya, membuktikan sel kanker dapat hancur dengan menggunakan frekuensi suara saja.

Meredakan Nyeri Pasca Caesar

Sebuah riset terbaru menemukan, membaca Al-Qur`an dengan tartil selama 10 menit, dapat mengurangi nyeri yang dirasakan oleh ibu yang melahirkan lewat operasi Caesar. Demikian menurut hasil penelitian oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2009, Hasto Andi Irawan, dikutip dari Hidayatullah.

Hasil penelitian tersebut dipresentasikan dalam International Conference on Cross Cultural Collaboration in Nursing for Sustainable Development di Bangkok, Thailand, pada 9-10 September 2013 lalu.

Bahkan, presentasi itu mendapatkan apresiasi positif dari peserta konferensi, yang mayoritas beragama non-Islam dan lulusan akademik tingkat S2 dan S3.
Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Christian University of Thailand didukung oleh Azusa Pacific University of California dan Kimyung University.

Sebanyak 16 dari 31 pasien wanita yang diambil datanya di Rumah Sakit Nur Hidayah, Yogyakarta, mengaku mengalami penurunan rasa sakit akibat operasi dalam berbagai tingkatan, setelah membaca ayat-ayat suci Al-Qur`an. Hal ini diduga karena tubuh mendapatkan rangsangan pada saraf lain yang lebih kuat, sehingga dapat mengalahkan nyeri yang dirasakan.
Hasil serupa juga pernah diungkap peneliti Iran yang ditulis di Jurnal Sabzevar Univeristy Medical Science, Spring 2003, Volume 10, nomor 1 (27).

Dalam artikel berjudul Pengaruh Bacaan Al-Quran pada Tanda Vital Pasien Sebelum Pembedahan tersebut ditemukan efek dari bacaan Al-Quran pada reaksi fisiologis tubuh terhadap stres menjelang pembedahan.

Studi menguji 61 pasien secara acak dan dibagi menjadi dua kelompok. Tanda-tanda vital subyek diukur dari pukul 8 hingga 9 malam sebelum operasi.

Kelompok pertama didengarkan Surat an-Nur, Al-Maidah dan At Taubah (15 menit setiap kali) melalui hanphone. Sedang kelompok kedua tidak diperdengarkan bacaan Al-Quran.

Di tahap pertama, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara pulse (denyut jantung), respirasi dan tekanan darah di kedua kelompok tersebut.

Namun perbedaan antara denyut nadi dan pernafasan di tahap kedua sangat signifikan. Kemudian ditemukan pula perbedaan yang nyata antara variasi tahap pertama dan kedua tekanan darah pada kedua kelompok.

Sehingga dalam studi tersebut menarik kesimpulan bahwa mendengarkan bacaan Al Quran mampu menginduksi penurunan respon fisiologis tubuh terhadap stres (tekanan). (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here