Mukisi.com– Menjadi RS Pemerintah dengan label syariah bagi RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh penuh dengan perjuangan. Secara resmi, mereka telah memperoleh sertifikat syariah pada Januari lalu. Hingga hari ini, mereka terus berupaya mempertahankan nilai syariah, termasuk dalam pembiayaan RS.

Dilansir dari jawapos, awal tahun lalu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan dana untuk pengembangan RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Pengembangan ini berdasarkan skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (PKBU).

Kemenkeu menunjuk PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) untuk pendanaan dalam bentuk fasilitas bantuan penyiapan proyek Project Development Fund (PDF). Dikatakan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Kemenkeu, Luky Alfirman, saat ini pengembangan potensi infrastruktur sangat besar. Maka dari itu, Kemenkeu mengalokasikan dana untuk pengembangan RS Zainoel Abidin Banda Aceh.

“Dukungan ini merupakan bentuk kerja nyata upaya pemerintah dalam mendukung dan memperkuat pembangunan infrastruktur dengan menjembatani keunggulan pihak swasta dan pemerintah demi kehidupan masyarakat. Terutama di bidang kesehatan,” ungkapnya.

Kemudian, dengan hal ini, Kemenkeu dan RS Zainoel Abidin melakukan penandatanganan perjanjian penugasan proyek KPBU RSUD Zainoel Abidin dengan PT TII. Hal ini juga bertujuan agar RSUD Zainoel Abidin menjadi rumah sakit rujukan dengan kelas A di Provinsi Aceh. Menariknya lagi, skema KPBU yang dipakai berdasarkan nilai-nilai syariah.

Jaga Nilai Syariah, RSUD Zainoel Abidin Sah Menyandang Label Syariah

Sementara itu, RSUD Zainoel Abidin telah menjaga nilai-nilai syariah hingga hari ini. Mereka terus memperkuat dan memperbaiki sistem yang diperlukan untuk meraih sertifikasi syariah. Banyak persiapan yang mereka lakukan hingga setahun lamanya.

“Satu tahun kami telah menyiapkan hal ini. Sebelum ini kami telah menilai secara internal apakah kami mampu untuk melangkah hingga titik ini. Alhamdulillah, sudah terwujud,” papar Direktur RSUD Zainoel Abidin, Dr. dr. Azharuddin, Sp.OT-K.Spine, FICS.

Banyak pihak yang bahu-membahu mewujudkan mimpi RSUD Zainoel Abidin untuk menjadi RS Syariah. Mulai dari jajaran direksi dan manajemen hingga staff RS. Seluruhnya bersatu-padu menerapkan kaidah syar’i dalam pelayanan RS.

“Dari pihak luar juga ada MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) yang mendukung langkah kami, masyarakat juga turut mendukung,” papar dia.

Ia mengimbuhkan, jajaran manajemen maupun staff RS sudah berjanji pada diri sendiri untuk terus konsisten menerapkan kaidah syar’i dalam pelayanan RS. Sebagai bukti, jajaran manajemen RS akan mengoptimalkan kinerja dua orang yang telah terpilih sebagai DPS (Dewan Pengawas Syariah) RSUZA untuk membantu mengawasi RS dalam menjalankan pelayanan.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here