Mukisi.com-Bulan suci ramadhan tinggal menghitung hari. Itu artinya, umat muslim di seluruh penjuru dunia akan serentak menjalankan ibadah puasa. Dalam urusan berbuka puasa, Rasulullah telah memberikan tuntunan berbuka puasa yang ternyata mendatangkan sejumlah manfaat kesehatan. Berikut penjelasannya.

Menyegerakan Berbuka Ketika Tiba Waktunya

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang artinya: “Manusia itu selalu berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain anjuran dalam agama, menyegerakan berbuka Puasa juga bermanfaat untuk kesehatan. Pasalnya, menunda-nunda berbuka akan menimbulkan beberapa masalah kesehatan, seperti dituturkan oleh Dr Johanes Casay Candrawinata, MND, SpGK, spesialis gizi dari Melinda Hospital, Bandung, dikutip dari tribunnews.

Salah satu masalah kesehatan yang disebabkan oleh menunda berbuka puasa adalah gastritis atau sakit lambung dan dehidrasi lebih lama.

Gastritis terjadi akibat asam lambung selama puasa lebih lama kontak dengan dinding lambung. Oleh karenanya Casay merekomendasikan untuk segera berbuka ketika adzan maghrib berkumandang.

Selain itu, menunda buka puasa akan menyebabkan tubuh dehidrasi lebih lama. Hal ini mudah dimengerti, dengan tidak adanya cairan yang masuk sejak sahur hingga berbuka, tubuh bisa memasuki fase dehidrasi. Jika berbuka Puasa ditunda, maka tubuh akan lebih dehidrasi.

Dehidrasi dapat menyebabkan disorientasi otak dan menganggu kerja organ tubuh secara keseluruhan. Segera minum air putih atau jus segar begitu tanda waktu berbuka terdengar, perbanyak minum air putih mulai saat berbuka hingga waktunya sahur.

Berbuka dengan Kurma

Ketika moment berbuka puasa tiba, biasanya kita sering mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan. Padahal, kebiasaan tersebut sangat tidak dianjurkan oleh Rasulullah. Berlebihan-lebihan hanya membawa efek yang buruk bagi kesehatan tubuh kita.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah).

Dalam hal tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umat muslim untuk berbuka dengan buah kurma. Bila tidak ada buah kurma yang didapat, bisa digantikan dengan satu tegukan air.

Di sisi kesehatan, berbuka puasa dengan kurma akan mengurangi risiko datangnya diabetes. Serat tak larut dicerna lebih lambat di dalam perut sehingga membantu tubuh lebih baik mengontrol kadar gula darah. Penelitian yang diterbitkan oleh Nutrition Journal tahun 2011, dikutip dari hellosehat menunjukkan bahwa buah ini mempunyai indeks glikemik rendah. Sehingga buah asal Arab ini tidak akan melonjakkan kadar gula darah setelah makan.

Tidak Berlebihan hingga Terlampau Kenyang

Rasulullah dalam setiap berbuka ataupun di setiap waktu makan, tidak pernah makan secara berlebihan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat Al’araf ayat 31 yang artinya: “Dan makan dan minumlah kamu, akan tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.”

Tatkala berbuka, seorang muslim harus mempertimbangkan daya tampung perut dan kemampuannya untuk mencerna. Sebab jika tidak, akan berbahaya bagi kesehatan. Selain menyebabkan obesitas, makan berlebih dapat menyebabkan konsumsi kalori yang berlebihan. Dan hal ini tidak baik untuk kesehatan otak. Sebagaimana yang diungkap Dr Yonas Geda, profesor neurologi dan psikiatri di Mayo Clinic, Scottsdale, Arizona Amerika Serikat, dilansir dari doktersehat.

Ia mengungkap, meski belum diketahui secara pasti mengapa makan berlebih dapat memengaruhi otak, namun ia menduga asupan kalori berlebih dapat merusak oksidatif.

“Asupan kalori yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan oksidatif, yang menyebabkan perubahan struktural dalam otak,” jelas Geda. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here