Mukisi.com – Salah satu bentuk ujian dan kasih sayang dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada hambaNya adalah ditimpa sakit. Barang siapa yang bersabar dan terus berikhtiar, maka akan menjadi mulia di hadapan Allah. Namun sebagai umat muslim, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan tatkala sakit.

Sakit harus disikapi secara baik agar menjadi sebuah ladang amal kelak di akhirat. Seperti dikutip dari muslimafiyah, berikut hal-hal yang sebaiknya dihindari ketika sakit.

Berburuk Sangka pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Benar kiranya bahwa prasangka dapat membunuh sucinya hati kecuali prasangka yang baik. Seorang dokter yang juga aktif mengajar di Universitas Mataram Dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK., mengungkap bahwa seorang muslim yang sedang sakit dilarang untuk memiliki prasangka buruk kepada Allah subhanahu wa ta’ala, apalagi sampai merasa kecewa atau bahkan tidak terima dengan takdir Allah.

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam bersabda, yang artinya “Sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba kepada-Ku, jika ia berprasangka baik, maka aku akan berbuat demikian terhadapnya. Jika ia berprasangka buruk, maka aku akan berbuat demikian terhadapnya,” (HR. Ahmad)

Menyebarluaskan Kabar Sakit untuk Mengeluhkannya

Orang yang sering mengeluh kepada manusia merupakan salah satu tanda tipisnya keimanan. Untuk itu saat diberikan ujian oleh Allah subhanahu wa ta’ala termasuk ujian sakit hendaknya ia hanya mengeluh dan mengadukan keadaannya hanya kepada Allah saja, karena Allah merupakan satu-satunya yang dapat merubah keadaan serta nasib seorang hambanya yang beriman.

Membuang Waktunya dengan Aktivitas Sia-sia

Ketika sakit hendaknya seorang hamba mengisi waktunya secara penuh hanya untuk mendekatkan diri pada Allah seperti berdzikir dan membaca Al-Qur’an, serta merenungi segala kesalahan yang pernah dilakukan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan bertaubat karena-Nya.

Dalam hal ini dilakukan karena mungkin saja Allah subhanahu wa ta’ala memberikan ujian dalam bentuk sakit karena kesalahan-kesalahan seorang hamba di masa lampau. Dengan meminta ampun dan taubat dengan sungguh-sungguh diharapkan agar Allah mau mengangkat sakitnya serta diberikan kemudahan serta keikhlasan dalam mencari kesembuhan.

Dalam banyak penelitian telah disebutkan bahwa kesadaran akan keimanan seseorang akan mempercepat prosesn penyembuhan seseorang yang sakit. Hal ni dikarenakan ketika seseorang sedang bermuhasabah dengan Allah subhanahu wa ta’ala, daya tahan tubuhnya akan berangsur-angsur naik sehingga penyakit yang diderita juga akan perlahan-lahan menghilang. (nsa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here