Mukisi.com-Marah ialah bergejolaknya darah dalam hati untuk menolak gangguan yang dikhawatirkan terjadi atau karena ingin balas dendam kepada orang yang menimpakan gangguan yang terjadi padanya.

Bentuk dari marah itu sendiri beragam, mulai dari memukul, melempar barang pecah belah, menyiksa, menyakiti orang, dan mengeluarkan perkataan-perkataan yang diharamkan seperti menuduh, mencaci maki, berkata kotor.

Islam sendiri telah melarang umatnya untuk marah. Sebagaimana hadits berikut,

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” (HR al-Bukhari)

Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Di sisi kesehatan, marah dapat mendatangkan sejumlah bahaya. Menurut jurnal dari Wake Forest University School of Medicine, dikutip dari Tribunnews, sering marah-marah membuat seseorang mudah terkena masalah kesehatan jantung. Ia menyebut, marah-marah tak jelas ini akan meningkatkan seseorang terkena serangan jantung dua kali lipat. Oleh karenanya ia menganjurkan seseorang untuk menjauhi amarah, atau mengontrol amarah dengan baik.

Kemudian, studi dari Universitas Harvard, AS, dikutip dari laman yang sama mengemukakan bahwa sering marah-marah bisa membuat tubuh mudah terserang penyakit. Marah tidak jelas bisa menurunkan antibodi Imunoglobulin, Ini adalah zat penting dalam tubuh untuk melawan beragam penyakit.

Mempengaruhi Psikis dan Mendatangkan Diabetes

Di sisi lain, Dr.Ahmed Shawki Ibrahim, anggota dari Royal Society of Medicine di London dan konsultan kardiologi internal medicine, mengatakan dalam EraMuslim, bahwa kodrat manusia ditandai oleh kecenderungan dan perilaku yang berbeda. Sebagai contoh, keinginan jasmani mengarah kepada kemarahan, sifat dominan dilambangkan oleh kecenderungan terhadap kesombongan dan keangkuhan sementara mengikuti hawa nafsu seseorang menghasilkan kebencian dan keengganan untuk orang lain.

Secara umum, di samping penyakit-penyakit psikologis dan fisik lain seperti diabetes dan angina, menurut penelitian ilmiah dan menurut Dr Shawki, mengafirmasi kenyataan bahwa kemarahan yang terus-menerus dapat mempercepat kematian manusia.

Lebih lanjut Dr. Shawki memberikan solusi untuk mengelola amarah sehingga tidak membahayakan kesehatan. Solusi tersebut yakni melalui relaksasi psikologis dan fisik, sembari mengingat pengalaman yang paling sulit dan mengubah posisi fisik, yaitu berdiri, duduk atau berbaring.

Hal ini juga serupa dengan yang diajarkan Al-Qur’an. Dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Apabila seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk; apabila amarah telah pergi darinya, (maka itu baik baginya) dan jika belum, hendaklah ia berbaring. (HR Ahmad (V/152), Abu Dawud (no. 4782), dan Ibnu Hibban (no. 5688)). (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here