Mukisi.com-Dari segi standar, Rumah Sakit (RS) di Indonesia memiliki standar yang sama dengan RS luar negeri. Itulah mengapa seharusnya RS Indonesia sangat bisa untuk bersaing dengan RS luar negeri dan menekan tingginya tren berobat ke luar negeri.

Standar tersebut tercantum dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) di bawah naungan Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Akreditasi rumah sakit (RS) memang menjadi salah satu syarat penting yang menjamin mutu dan keselamatan pasien. Sesuai aturan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomer 37 tahun 2014, akreditasi RS di Indonesia bisa dilakukan lembaga dari dalam dan luar negeri.

“Standar akreditasi RS dalam dan luar negeri sebetulnya sama. Inilah yang membuat rumah sakit kita mampu bersaing dengan luar negeri. Namun untuk Indonesia kita membuatnya lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Ketua Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dr Sutoto, seperti dikutip dari Detik.

Dr Sutoto menjelaskan, sistem akreditasi KARS disebut Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). SNARS menambahkan 3 syarat baru bagi RS yang hendak memperpanjang atau baru mendaftar akreditasi. Ketiganya adalah tersedianya layanan geriatri untuk lansia, pola penggunaan antibiotika, serta jaringan pendidikan dan pelayanan untuk RS pemerintah.

Sementara itu, Mantan Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Supriyantoro menjelaskan RS dalam negeri mau tidak mau harus siap bersaing secara global dengan RS luar negeri yang banyak menawarkan berbagai keunggulan dalam bidang pelayanan.

Ia menyebut tingginya tren masyarakat yang berobat ke luar negeri terutama Malaysia dan Singapura harus menjadi bahan instropeksi bagi semua manajeman RS dalam negeri, baik RS milik pemerintah maupun swasta.

Apalagi menurutnya, fasilitas kesehatan, bangunan, teknologi dan ketersediaan dokter spesialis di Indonesia sudah setara dengan RS di negara lain seperti Malaysia dan Singapura.
Namun ia mengakui mutu pelayanan kesehatan RS di dalam negeri masih perlu ditingkatkan, untuk itu setiap manajemen RS diharapkan dapat meningkatkan komitmennya untuk melayani pasien dengan lebih baik.

“Dari beberapa suvei, dari segi bangunan, fasilitas, teknologi dan dokter spesialis, kita sebenarnya tidak jauh berbeda dengan luar negeri. Tapi harus memperbaiki mutu pelayanan, bagaimana kita berkomunikasi dengan baik dan meningkatkan kepedulian terhadap pasien,” paparnya, seperti dikutip dari Antara News.

Oleh karena itu, seyogyanya kita berupaya dan bersinergi untuk mengembangkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia menjadi lebih baik. Terlebih dengan penerapan standar kesehatan Islami sehingga mendatangkan keberkahan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Eratkan ukhuwah dalam berkhidmat menyelamatkan RS ummat. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here