Mukisi.com – Dengan perkembangan teknologi medis yang sangat pesat saat ini, semakin banyak wanita yang menginginkan dirinya untuk terlihat cantik. Namun, yang sekarang sedang menjadi kontroversi yaitu hukum penggunakan plasma darah untuk mempercantik wajah seseorang menurut syari’at Islam.

Dr. Raehanul Bahraen dalam website pribadinya muslimafiyah, mengungkapkan bahwa PRP (Platelet Rich Plasma) atau yang akrab dengan sebutan plasma darah merupakan sebuah teknik perawatan kecantikan yang sedang menjadi trend saat ini.

Perawatan kecantikan yang menggunakan produk darah tersebut, atau tepatnya menggunakan darah seseorang yang ingin melakukan perawatan itu sendiri dengan tujuan untuk menghindari ketidak cocokan produk darah apabila menggunakan darah dari orang lain.

Yang dikontroversikan adalah persoalan najis tidaknya darah. darah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am, yang artinya “Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor.” Q.S. Al-An’am:145

Dengan begitu telah diketahui bahwa menggunakan darah sebagai obat merupakan sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam Islam, kecuali memang ada keadaan darurat berdasarkan pertimbangan ahli kedokteran muslim mengenai kondisi pasiennya, serta belum ada obat-obatan yang mampu untuk menjadi alternatif.

Yang juga disebutkan dalam Raddul Muhtaar ‘Alad durri mukhtaar, Ibnu ‘Abidin mengatakan bahwa Boleh berobat dengan meminum kencing, darah, mengkonsumsi mayat, jika memang diberitahu oleh dokter muslim yang terpercaya dan tidak didapatkan obat mubah lainnya.

Senada dengan itu, Abdurrazzak juga mengungkapkan dalam mushannafnya bahwa Seseorang datang kepada ‘Atha, ia menyayat/menggores tubuhnya tubuh di atas area hati/hepar untuk mengeluarkan darah, kemudian ini meminumnya karena penyakit yang ia derita,kemudian ‘Atha memberikan rukhsah/keringanan dalam hal ini.

Untuk itu dapat disimpulkan bersama bahwa jika penggunaan darah untuk pengobatan saja tidak diperbolehkan secara syari’at, maka menggunakannya dengan tujuan kecantikan juga semakin tidak diperbolehkan. Sehingga penggunaannya untuk kecantikan adalah haram hukumnya.

Dengan begitu, tentunya sebagai muslimah yang baik tentunya penggunaan plasma darah untuk perawatan kecantikan harus dijauhi. Masih banyak teknik serta cara lain yang dapat digunakan sebagai usaha merawat kecantikan tanpa harus memakai cara-cara yang dilarang dalam Islam. (nsa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here