Mukisi.com– Studi baru dari Amerika menemukan bahwa tirai yang jarang dibersihkan di RS berpotensi terkontaminasi serangga-serangga berbahaya yang tahan terhadap obat-obat pembersih.

Salah satu bakteri yang ditemukan dan sering ada peralatan di RS adalah Methicilin-Resistant Staphylococcus Aureus atau MRSA. Di Amerika, kasus kematian akibat bakteri ini mencapai 20 ribu kematian pada tahun 2017. Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Amerika, sebagian besar orang terinfeksi dari RS.

“Karena tirai pemisah ini digunakan di seluruh RS di dunia. Ini adalah masalah global,” tegas Lona Mody, salah satu peneliti sekaligus dokter di Pusat Medis Universitas Michigan, Amerika. Mody menyatakan, dalam terinfeksinya pasien oleh MRSA, kemungkinan berasal dari tirai yang memisahkan antar pasien.

Kemudian, pasien rawat inap atau dengan luka terbuka pasca operasi sangat rentan terinfeksi bakteri ini. Ditambahkannya, kebijakan RS berbeda untuk kebersihan tirai antar pasien ini. Ada yang mengganti enam bulan sekali dan ada pula yang ketika terlihat kotor baru diganti.

“Peningkatan kebersihan lingkungan rumah sakit berperan penting dalam penularan patogen. Tirai pemisah antar pasien sering disentuh dengan tangan kotor setelah berinteraksi dengan pasien. Mereka sulit dibersihkan dengan disinfektan,” ungkapnya.

RS Syariah Miliki Standar Khusus

Sementara itu, di dalam RS Syariah. Mereka menerapkan sistem laundry syariah. Dimana, linen, selimut, ataupun tirai-tirai dan kain lain yang kotor dibersihkan dan disucikan. Sehingga benar-benar terhindar dari kuman bakteri dan najis.

Cairan pembersihnya pun dipastikan tidak mengandung barang-barang yang diharamkan. “Produk yang diolah adalah produk yang sudah didaftarkan ke LPPOM. Menggunakan nama yang tidak mengarah pada sesuatu yang diharamkan,” kata Emi Yuni Astuti, SKM, Kepala Bagian Laundry RSI Sultan Agung Semarang.

Lalu, jika ada linen yang ternoda juga ada penanganan khusus untuk menjamin kebersihan dan kesuciannya. Misalnya saja, jika ada sprei atau selimut yang terpercik darah pasien. Akan ada treatment khusus dan dilakukan pencucian hingga pengecekan ulang.

“Jika masih terdapat noda atau darah dan tak bisa dihilangkan, maka kita kategorikan sebagai product reject. Dan akan menjadi inventaris untuk digudangkan,” tuturnya.

Dengan begitu, kebersihan dan kesucian di dalam RS Syariah benar-benar terjamin. Karena, RS Syariah memiliki standar khusus dalam menangani linen ataupun kain-kain yang berhubungan dengan penggunaan di dalam RS. Dan infeksi dari kuman serta bakteri berbahaya pun dapat dihindari.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here