Mukisi.com-Ulama di Aceh tampaknya mulai menyadari pentingnya penerapan standar syariah di Rumah Sakit (RS). Bulan lalu (5/3), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Pidie, Aceh, mengirimkan surat berisi saran dan masukan kepada Bupati Pidie Roni Ahmad. Salah satu isi poin surat tersebut meminta perawat di RS tidak melayani pasien lawan jenis.

Dilansir dari Detik,surat bernomor 451.7/089/2019 M itu disampaikan MPU Pidie pada Selasa, 5 Maret 2019. Pada bagian perihal tertulis “penyampaian masukan dan saran”. Dalam surat itu, tertera dua poin utama dan empat sub poin.

Dikatakan oleh Wakil Ketua I MPU Pidie, Teungku H Ilyas Abdullah, pihak MPU telah menyampaikan persoalan ini kepada Bupati Pidie secara lisan. Hingga kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk pengiriman surat kepada Bupatu Pidie. Sehingga dari surat yang dikeluarkan tersebut, proses tindak lanjutnya ada di tangan Pemkab Pidie.

“Sebelumnya kita telah menyampaikan (persoalan ini) kepada Bupati Pidie secara lisan, kemudian baru kami mengirimkan dalam bentuk surat. Supaya pasien perempuan dirawat oleh perawat perempuan dan juga sebaliknya,” pungkas Ilyas.

Sebenarnya, surat itu tak hanya berisi saran penegakan syariat Islam di bidang pelayanan kesehatan, namun juga di bidang lain seperti pendidikan. Menurut Ilyas, saran tersebut dikeluarkan karena melihat moral anak-anak sekarang mulai kurang baik.

Tanggapi Surat MPU, Pemkab Pidie Akan Lakukan Pengkajian

Pemkab Pidie yang telah menerima masukan dari MPU Pidie kini berikan tanggapan pada akhir Maret lalu. Kabag Humas Setdakab Pidie Muhammad Fadhil mengatakan Pemkab Pidie akan melihat dulu kesiapan serta jumlah perawatan di rumah sakit. Lebih lanjut ia mengatakan saran dan pertimbangan yang disampaikan para ulama menjadi masukan bagi pemerintah.

Menurutnya, besar kemungkinan saran tersebut akan diterapkan oleh sang Bupati.

“Dan besar kemungkinan diterapkan. Bupati pasti sudah membaca surat itu karena Bupati Pidie dan MPU Pidie selalu menggelar pertemuan bulanan,” jelas Fadhil.

Beberapa RS di Aceh Telah Ajukan Sertifikasi Syariah

Beberapa RS di Aceh diketahui telah mengajukan –bahkan ada yang sudah sah– untuk menyandang gelar sebagai RS Syariah. Melalui Majelis Upaya Kesehatan Islam seluruh Indonesia (Mukisi), deretan RS di Aceh mendaftar pendampingan hingga jalani survey sertifikasi oleh lembaga berwenang yakni Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Salah satu RS di Aceh yang telah sah menyandang gelar RS Syariah adalah RSUD dr. Zainoel Abidin Aceh. Dan yang telah jalani tahap akhir dari pengajuan sertifikasi RS Syariah ada RSUD Meuraxa Aceh yang berhasil dapatkan nilai nyaris sempurna pada tahapan sertifikasi. Tak hanya itu, namun juga RS Ibnu Sina yang sebentar lagi akan sah menjadi RS Syariah.

Dengan besarnya kesadaran masyarakat dan pihak berwenang untuk menegakkan prinsip syariat Islam di bidang kesehatan, semoga mampu membawa keberkahan bagi umat. Sebab RS Syariah tak hanya ingin membantu kesembuhan pasien, namun lebih dari itu, yakni membantu pasien menjalani proses penyembuhan dengan berkah. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here