Mukisi.com-Pesta demokrasi tinggal menghitung jari. Semua warga negara yang telah memenuhi syarat wajib memberikan hak suaranya. Tak terkecuali bagi pasien rawat inap RS. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Mobile untuk para pasien RS.

Dilansir dari jawapos, di Kota Malang, KPU setempat telah mempersiapkan layanan pencoblosan keliling atau TPS Mobile bagi pasien maupun keluarga yang menjalani rawat inap di RS.

Dikatakan oleh Komisioner KPU Kota Malang, Deny R. Bachtiar, nantinya akan ada petugas dari Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang mendatangi fasilitas kesehatan setempat.

“KPPS didampingi pengawas dan saksi bakal berkeliling membawa surat suara dan kotak suara,” ungkapnya. Untuk melakukan pencoblosan di TPS keliling ini, pasien atau keluarga pasien hanya perlu membawa form A-5 atau surat pindah pemilihan saja.

Di sisi lain, hingga saat ini, KPPS masih mendata wilayah mana saja yang memiliki Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan menyediakan layanan rawat inap pasien. Baik rumah sakit, puskesmas, maupun klinik.

Diimbuhkan Deny, terkait dengan hal ini, pihaknya berkoordinasi dengan Persatuan Rumah Sakit Indonesia setempat. Hal ini demi terpenuhinya hak pasien dan keluarga untuk menggunakan hak suaranya meski menjalani rawat inap.

“Keluarga penunggu pasien juga tidak harus keluar dari Faskes untuk menuju ke TPS terdekat,” jelasnya.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara pun demikian. Komisioner KPU Sumatera Utara, Herdensi Adnin, juga memberikan layanan TPS keliling seperti dikutip dari tribun. “Kita sudah berkoordinasi dengan rumah sakit. Kita sudah meminta KPU Kabupaten atau Kota untuk berkoordinasi, supaya hak pemilih yang sedang sakit bisa terpenuhi,” katanya.

Kemudian, ia mengatakan, untuk waktu berkunjung TPS keliling pada sekitar pukul 10 atau 11 siang. Ini dikarenakan menunggu sepinya TPS lain agar KPPS dapat bergerak ke RS yang dituju sesuai pendataan.

“TPS keliling bergerak ke rumah-rumah sakit biasanya sekitar pukul 10 hingga 11 siang. Waktu yang dibutuhkan tentu bergantung pada jumlah ruangan yang dikunjungi,” pungkas Herdensi.

Dengan adanya TPS keliling, pasien-pasien RS dan keluarga pasien yang menjalani rawat inap tetap dapat melakukan pencoblosan. Tanpa perlu keluar fasilitas kesehatan dan meninggalkan anggota keluarga mereka yang sedang dirawat.

“Bagi KPU, ini adalah amanat Undang Undang. Dimana, kita harus memfasilitasi pemilih, termasuk pemilih yang sedang sakit dan berada di rumah sakit. Karena, hak suara itu penting, dan agar tidak disalahgunakan,” akunya.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here