Mukisi.com– Madu selain menjadi makanan kegemaran Rasulullah, juga menjadi makanan yang bisa diandalkan untuk menjaga kesehatan. Kandungan baik yang ada dalam madu berdasarkan studi dapat menyembuhkan luka, meredakan alergi, bahkan meningkatkan memori otak.

Salah satu makanan kegemaran Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan saluran pencernaan. Rasul bersabda, “Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Al Quran.”(HR. Ibnu Majah dan Hakim).

Menurut National Honey Board, madu terdiri dari 80 persen karbohidrat, 18 persen air, dan dua persen vitamin dan mineral serta asam amino. Madu memiliki khasiat yang luar biasa, termasuk untuk kesehatan tubuh. Berikut faktanya.

Menyembuhkan Batuk

Menurut studi yang terangkum dalam Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine, dikutip dari Republika, madu terbukti sebagai penyelamat di musim sakit flu. Tim peneliti tersebut telah mengetes pemberian satu dosis madu dengan obat batuk dextromethorphan, pada 100 anak yang sedang flu.

Tak heran bila World Health Organization (WHO) memasukkan madu sebagai potential demulcent, alias cairan manis yang bisa melapisi tenggorokan dan meredakan iritasi.

Secara umum, kata peneliti, para orangtua juga menemukan madu lebih baik dibanding memberikan obat batuk. Anak yang diberi madu akan tidur lebih nyenyak dan berkurang gejala flunya.

Menyembuhkan Luka

Ternyata madu dapat bekerja dengan sangat baik sebagai obat luka. Madu berfungsi pula sebagai antibakteri. Studi yang dimuat di British Journal of Surgery, dilansir dari Huffington Post menjelaskan penggunaan madu oleh peneliti Nigeria. Ia mengobati 59 pasien dengan luka yang sudah bernanah dan sulit disembuhkan. Sebanyak 58 pasien berhasil diobati, luka yang terinfeksi dan nanah berubah steril hanya satu pekan setelah dioleskan madu.

Meredakan Alergi

Madu memiliki efek anti-inflamasi dan kemampuan untuk menenangkan batuk. Radang dan batuk adalah dua gejala alergi musiman. dr. Matthew Brennecke, dokter naturopati di Rocky Mountain Wellness Center di Fort Collins, Colorado melalui Kompas mengatakan,

“Ada sebuah teori umum yang menyebutkan bahwa madu dapat bertindak seperti vaksin alami,” tuturnya.

Menurutnya, madu berisi sejumlah kecil serbuk sari, yang jika tubuh terkena sejumlah kecil itu, dapat memicu respon imun yang menghasilkan antibodi terhadap serbuk sari.

Meningkatkan Memori

Madu mengandung antioksidan yang dapat membantu mencegah kerusakan dan hilangnya sel otak. Sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam jurnal Menopause menyebutkan, bahwa sesendok madu setiap hari dapat meningkatkan memori pada wanita menopause, dan dapat menjadi terapi alternatif untuk meringankan penurunan intelektual yang terkait dengan hormon. Setelah empat bulan mengonsumsi 20 gram madu setiap hari, wanita lebih mungkin untuk memiliki memori jangka pendek yang lebih baik, daripada rekan-rekan mereka yang mengonsumsi pil hormon. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here