Mukisi.com-Salah satu anjuran dari Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap bayi yang baru lahir adalah mentahniknya, sebagaimana hadits Bukhori dan Muslim bahwa Rasulullah mentahnik Ibrahim ketika Ibrahim Alaihissalam baru lahir. Ternyata begini penjelasan medisnya.

Dari Abu Musa, “Anakku telah dilahirkan, lalu aku mendatangi Rasulullah sambil membawanya. Kemudian beliau memberinya nama Ibrahim, mentahniknya dengan kurma dan mendoakannya agar mendapat berkah.” (HR Bukhori-Muslim).

Tahnik adalah salah satu ajaran (sunnah) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika menyambut bayi yang baru lahir. Tahnik dilakukan dengan mengunyah kurma sampai halus, kemudian mengambil kunyahan kurma tersebut dengan seujung jari, lalu ditempelkan dan gosokkan pada langit-langit mulut bayi.

Mengenai hal ini, spesialis Obgyn dari Surabaya dr. Muhamad Fachry, SpOG menjelaskan bahwa tahnik dapat membersihkan rongga pada mulut bayi. Oleh karenanya ia mengatakan ada baiknya para orangtua mentahnik bayi yang baru lahir.

Para orangtua yang enggan mentahnik dengan anggapan bahwa bayi yang baru lahir hanya boleh mendapat asupan Air Susu Ibu (ASI) saja, maka ia menjelaskan bahwa tahnik hanya dilakukan dengan kadar yang sangat sedikit, yakni seujung jari. Maka tidak akan mempengaruhi kandungan ASI yang akan diasup bayi.

“Sesuatu dikatakan asupan itu ada kadarnya, misal satu sendok atau lebih, sedangkan tahnik hanya dilakukan dengan memberikan sari kurma seujung jari untuk kemudian dioleskan pada langit mulut bayi. Dioleskan saja, tidak diasupkan pada bayi. Sehingga tidak akan membahayakan, justru memberi keberkahan,” tandasnya.

Buah kurma sebagai bahan yang digunakan untuk mentahnik adalah buah dengan kandungan yang baik untuk bayi. Kurma memiliki kandungan karbohidrat yang jika dikunyah dan bercampur dengan air ludah akan berubah menjadi glukosa. Dimana bayi yang baru lahir memiliki kandungan zat gula glukosa yang sangat kecil dalam darahnya.

“Untuk menyambut bayi yang baru lahir, cobalah terapkan tuntunan Islami yang diajarkan Rasulullah. Mendoakan bayi yang baru lahir, mentahniknya, memberi nama yang baik, juga memberi kabar gembira terhadap kerabat dan saudara,” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here