Mukisi.com – Banyak yang percaya bahwa musik merupakan salah satu sarana untuk dapat mencerdaskan janin dalam kandungan serta dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun, hal tersebut ternyata dibantah oleh beberapa ilmuan Australia.

Dilansir dari tempo, penelitian yang diberi judul “Mozart Effect” tersebut ditulis oleh sejumlah ilmuan dari University of Vienna Australia yaitu Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Forman.

Mereka mengatakan bahwa tidak akan ada dampak apapun termasuk kesehatan dan kecerdasan ketika janin atau seseorang diperdengarkan musik khususnya musik klasik Mozart.

Kesimpulan itu mereka dapatkan dengan cara melakukan riset terhadap 3000 partisipator serta menggunakan penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa memang musik mozart memiliki dampak terhadap intelegensi dan kesehatan manusia.

Setelah dilakukan sebuah penelitian terhadap 3000 partisipator tersebut, telah dibuktikan bahwa penelitian-penelitian sebelumnya yang mengatakan musik memiliki manfaat hanyalah sebuah bentuk kepentingan yang dipublikasikan dengan gencar agar banyak orang yang mau mempercayainya.

Hal ini didasarkan pada hasil riset 3000 partisipator yang disimpulkan bahwa tidak ada satupun stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan spasial seseorang saat atau setelah mendengarkan musik Mozart.

Al Qur’an Sebagai Penyembuh

Salah satu ahli dari Indonesia, dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK., yang hingga kini masih aktif menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram juga sependapat dengan penelitian tersebut.

Ia mengungkapkan dalam website pribadinya muslimafiyah bahwa pengobatan dengan musik tidak ada dasarnya bahkan merupakan perbuatan orang-orang yang bodoh (terhadap aturan syariat). Musik bukanlah obat melainkan penyakit (penyakit hati). Ia merupakan hal yang melalaikan.

Semua (jenis musik) merupakan penyakit bagi hati dan sebab penyimpangan akhlak. Sesungguhnya pengobatan yang bermanfaat dan menenangkan jiwa adalah memperdengarkan Al-Quran bagi si sakit, memberikan nasehat dan perkataan yang berguna.

Dokter Bahrain juga menyarankan agar seseorang dalam berobat harus selalu disesuaikan dengan syari’at mendapat keberkahan dari Allah subhanahu wa ta ‘ala. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra, yang artinya, “Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar/kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra`: 82).

Yang ditafsirkan oleh Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syingkiti bahwa ayar tersebut menerangkan bahwa Al-Qur’an adalah penawar/kesembuhan yang mencakup penawar hati dan badan dari penyakit-penyakitnya. (nsa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here