Mukisi.com- Dukungan pemerintah kepada BPJS Kesehatan yang kian hari makin dipertanyakan, mengkhawatirkan banyak rumah sakit. Tagihan yang belum terbayar mengancam kebangkrutan. Meski demikian, masih ada acara lain, yaitu penggalangan dana secara online. RS Hasyim Asy’ari berhasil melakukannya.

Ya, Dompet Dhuafa bekerjasama dengan keluarga besar KH Hasyim Asy’ari berhasil menggalang dana secara online, bersama mendirikan rumah sakit (RS) untuk kepentingan umat. Perolehan dana pembangunan pun mereka lakukan secara daring. Dan ini akan menjadi rumah sakit pertama yang menggalang dana secara daring.

Dalam penggalangan dana untuk membangun rumah sakit ini, selain dengan media sosial, Dompet Dhuafa juga bekerjasama dengan beberapa mitra penyelenggara kampanye daring. Mitra tersebut di antaranya kitabisa.com, bawaberkah.org, dan ammana.id.

“Ini kali pertama di Indonesia, dana urunan pendirian rumah sakit digalang secara online,” jelas dr. Gigi Wahyu Prabowo, selaku pengelola unit rumah sakit Dompet Dhuafa, dikutip dari sharianews.com.

Rumah sakit yang akan didirikan ini diberi nama RS Hasyim Asy’ari. Pilihan nama ini didasarkan pada sumbangsih KH Hasyim Asy’ari yang begitu besar kepada Indonesia dalam berbagai aspek. Baik dari aspek pendidikan, ekonomi, keagamaan hingga perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Kemudian, rencananya RS ini akan didirikan di dalam kawasan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Dalam lahan seluas 1 hektar di atas tanah wakaf keluarga besar KH Hasyim Asy’ari.

Di sisi lain, selain melakukan penghimpunan dana secara daring, biaya pendirian rumah sakit juga didapatkan dari wakaf uang serta sumbangan dari segenap alumni Pondok Pesantren Tebuireng dan masyarakat umum.

Pendirian rumah sakit ini ditargetkan selesai selama setahun. Dimulai awal Agustus 2018 hingga Agustus 2019. Pembangunan rumah sakit ini merupakan implementasi dari wakaf produktif. Dokter Gigi mengakui selain masjid, membangun rumah sakit dari dana wakaf juga penting. Karena, rumah sakit juga untuk kepentingan umat.

Penggunaan Wakaf di RS Syariah

Sementara itu, Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) bekerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) juga berencana akan bangun RS Syariah dengan memanfaatkan dana wakaf. Hal ini telah disampaikan pada kesempatan Mukisi berkunjung ke BWI.

“Untuk itu, BWI juga mendukung sinergitas tersebut dan akan ditindak lanjuti oleh tim ke-nadziran BWI, yang juga termasuk teknis untuk merealisasikan pembiayaan rumah sakit syariah dengan instrumen wakaf,” ungkap Dr. H. Fahruroji, Lc., MA, Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Karena, saat ini adalah era untuk bersinergi. Bukan era untuk bersaing. Sehingga, dengan adanya sinergi ini akan menimbulkan dampak positif bagi setiap lembaga, untuk dapat saling bersinergi mendukung satu sama lain untuk kemajuan rumah sakit syariah di Indonesia.

RS Hasyim Asy’ari menjadi rumah sakit pertama yang melakukan galang dana secara daring. Selain itu, mereka juga memanfaatkan dana wakaf produktif. Sama seperti rencana Mukisi untuk membuat RS Syariah di Indonesia turut memanfaatkan dana wakaf untuk mengembangkan RS. Karena, dana wakaf dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umat, bukan hanya terbatas pada pendirian masjid saja.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here