Mukisi.com– Tekad Rumah Sakit (RS) Sari Asih Serang Banten untuk menjadi RS Syariah sangatlah besar. Karenanya persiapan terbaik dalam menghadapi survey sertifikasi oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) bersama Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) dilakukan beberapa hari lalu, Selasa, (19/3).

Direktur RS Sari Asih Serang Banten dr. Yahmin Setiawan, MARS menjelaskan persiapannya bersama tim RS untuk berproses menjadi RS Syariah telah dilakukan sejak tahun lalu (2018). Sehingga, total ada 6 hingga 9 bulan lamanya berjuang hingga mendapatkan tahapan survey ini.

Ia mengaku tantangan di tahapan ketiga ini (survei sertifikasi) sangat terasa. Sebab dalam prosesnya sangat berbarengan dengan Akreditasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1 oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) tahun 2018.

“Kami juga tentu mengupayakan sosialisasi dan implementasi standar Sertifikasi RS Syariah di RS Sari Asih Serang oleh seluruh karyawan dan tenaga dokter, karena ini hal penting dalam mensyiarkan nilai-nilai RS Syariah kepada masyarakat secara langsung dalam pelayanan yang diberikan,” tuturnya.

Oleh sebab itu upaya maksimal dilakukan oleh sivitas RS Sari Asih Serang. Seluruh staf bersatu-padu menyiapkan kesesuaian dan kelengkapan dokumen. Juga melakukan mandatory training terkait fiqih pasien untik seluruh karyawan.

“Kami juga lakukan sosialisasi dengan metode pit stop serta pengawasan rutin dalam implementasinya,” imbuhnya.

Menjadi RS Syariah Sudah Tekad Bersama

Menjadi RS Syariah tentu bukanlah hal mudah. Banyak standar yang harus dicapai agar benar-benar tersertifikasi syariah oleh lembaga berwenang DSN MUI. Meski demikian, tekad RS Sari Asih Serang untuk menjadi RS Syariah sangat besar, hingga perjuangan tersebut tak pernah dianggap berat dan memberatkan.

“Karena sudah menjadi komitmen pemilik dan jajaran manajenen RS untuk melaksanakan Sertifikasi RS Syariah serta bentuk syiar – dakwah islamiyah melalui pelayanan rumah sakit dan mengharapkan kebarokahan dari Allah,” pungkasnya.

Ia menambahkan, motivasi tertinggi untuk menjadi RS Syariah adalah keikhlasan meraih ridho Allah. Sehingga menjadikan segala ikhtiar sebagai ibadah.

“In Syaa Allah, RS Sari Asih Serang menuju RS Syariah tidak lah berat. Yang terpenting kita niatkan ikhlas karena Allah, menjadikan ikhtiar ini sebagai ibadah dan bersama-sama menyiapkan yang terbaik dengan semangat berfastabiqul khoirot,” tambahnya.

Dukungan pun datang dari berbagai pihak. Baik dari pemilik RS, jajaran manajemen, juga pengurus MUKISI yang telah memberikan pendampingan.

“Yang jelas, dukungan dari pemilik RS, jajaran manejemen serta pengurus MUKISI yang telah memberikan bimbingan dan arahan. Yang paling utama adalah dukungan dari seluruh karyawan dan dokter RS yang mau dan siap dalam mewujudkan RS Sari Asih Serang menjadi RS yang tersertifikasi RS Syariah oleh DSN MUI,” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here