Mukisi.com– Indonesia adalah negara yang rawan dengan gempa bumi. Sayangnya, masih banyak beberapa bangunan yang belum menerapkan konstruksi tahan gempa, termasuk rumah sakit. Untuk mengatasinya, konstruksi ‘laba-laba’ ampuh digunakan. Baik untuk rumah, kantor, hingga rumah sakit.

Untuk membangun suatu bangunan yang anti gempa, kuncinya terletak pada pondasi suatu bangunan. Dikatakan oleh Profesor Herman Wahyudi, seorang pakar di bidang struktur bangunan dalam kompas mengungkapkan, bangunan-bangunan yang bertingkat tiga sampai lima harus dilengkapi dengan pondasi berusuk.

Penerapan ini mencontoh dari sistem sarang laba-laba. Menggunakan rusuk-rusuk yang berbentuk segitiga. Dengan begitu, dilanjutkannya, meskipun sistem ini termasuk pondasi dangkal namun sangat kaku, rigid, sehingga kuat menahan gempa.

“Dalam bidang teknik sipil, rusuk berbentuk segitiga dikenal stabil meskipun menerima tekanan (stressing) baik gempa ataupun beban berat,” jelas Herman.

Sebelum menggunakan konstruksi ini, pembangun sebaiknya melakukan perbaikan tanah dahulu. Terutama, pada lahan-lahan dengan kondisi tanah yang ekstrim. Herman yang juga seorang Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut mengakui pernah menguji konstruksi ini, ia menumbukkan beban 80 ton di atas konstruksi tersebut, ternyata tak ada kerusakan sedikitpun. Berkat penggunaan rusuk segitiga di dalamnya, yang diisi dengan campuran tanah dan pasir padat membuat konstruksi ini kaku.

RS yang Menerapkan Pondasi Anti Gempa

Di sisi lain, ternyata sudah ada beberapa rumah sakit di Indonesia yang menerapkan pondasi ini. Salah satunya adalah Rumah Sakit Al Islam Bandung, Jawa Barat, seperti dikutip dalam sindonews.

Wakil Direktur RSAI pun mengakui ada manfaatnya menerapkan sistem pondasi ini selain daripada tahan gempa. “Kami menggunakan konstruksi sarang laba-laba karena tidak membutuhkan alat berat dan ramah lingkungan. Sehingga, tidak mengganggu pasien,” jelas DR. H. Dadang Rukanta, Sp.OT., FICS., M.Kes.

Sependapat dengan pakar di bidang struktur bangunan di atas, Dokter Dadang juga mengatakan, pembangunan dengan pondasi ini diperlukan untuk kondisi tanah yang labil. Apalagi, kekuatan pondasi ini cocok digunakan untuk bangunan dari tiga hingga lima lantai.

Kemudian, diungkapkan oleh Dede Herdi, Konsultan Teknik Pengembangan RSAI, pemilihan konstruksi ini berdasarkan perhitungan efisiensi, yang ternyata lebih terjangkau daripada pondasi lain. Kekuatan yang tidak diragukan untuk bangunan hingga lima tingkat, serta lebih murah 10 hingga 30 persen dari pondasi lain biaya pembuatannya.

Penerapan konstruksi sarang laba-laba ini dapat digunakan untuk membangun rumah sakit agar tahan gempa, dan lebih menghemat pengeluaran untuk pembangunan rumah sakit.

Sebelum membangun, baiknya melakukan perbaikan tanah. Agar rumah sakit yang berdiri kelak lebih tahan lama. Dengan keamanan bangunan rumah sakit, akan membuat pasien merasa aman dan nyaman, dan dapat menaikkan penilaian layanan suatu rumah sakit.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here