Mukisi.com– Masih di International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX) 2019, Sabtu lalu (22/3) Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) sedang disibukkan. Berupaya membangun kolaborasi dengan semua pihak demi kepentingan umat.

Pada hari ketiga IHEX 2019, berbagai peserta datang untuk mengikuti seminar-seminar menarik yang diadakan oleh Mukisi. Di hari itu, seminar terbagi dalam 3 sesi, mulai dari pagi hingga sore hari. “Hari ketiga IHEX, banyak peserta yang hadir dan bersemangat mengikuti seminar,” kata dr. Siti Aisyah Ismail, MARS, selaku penanggung jawab sesi tersebut.

Seminar-seminar yang diadakan hari ini penuh membahas kolaborasi untuk kepentingan umat. Dalam seminar pertama, membahas pentingnya peran Mukisi dan RS syariah untuk sinergi melayani kesehatan umat. Narasumber dari seminar pertama ini di antaranya DR. dr. H.M. Zulfikar As’ad, MMR, sebagai Wakil Ketua LK PBNU sekaligus Ketua Umum ARSINU, dr. H. Agus Sukaca, M.Kes, sebagai Wakil Ketua MPKU PP Muhammadiyah, dan dr. Kuntjoro AP, M.Kes, sebagai Ketua Umum PERSI.

Pada seminar pertama, mereka menekankan peran penting Mukisi untuk bersinergi dan menyatukan semua pihak. Serta peran RS syariah untuk bersinergi untuk melayani kesehatan umat,” ungkap dokter Aisyah.

Berlanjut pada sesi kedua seminar, kali ini membahas upaya serta solusi finansial di RS syariah. Langkah-langkah untuk mengatasi masalah finansial di RS syariah tidak bisa sembarangan. Diakui oleh perempuan yang juga anggota Mukisi dalam Divisi Kerjasama Internasional itu, cara-cara RS syariah mengatasi masalah finansial harus bebas dari riba’. Karenanya, mereka punya solusi khusus.

Pada seminar ini, kita semua tahu, tahun ke 5 BPJS berjalan nyatanya malah membawa banyak isu finansial. Tunggakan pembayaran BPJS ke rumah-rumah sakit dapat membuat operasional RS tersebut terhambat. Isu BPJS ini bukan saja RS syariah yang terkena dampaknya, RS umum pun demikian,” jelasnya.

Karenanya, pada seminar sesi kedua tersebut mengupas tuntas tentang bagaimana upaya dan solusi RS syariah mengatasi masalah finansial. Di sisi lain, pada seminar kali ini memberikan kesempatan kepada beberapa pihak jasa finansial syariah. Pihak jasa tersebut di antaranya, BNI Syariah, Badan Wakaf Indonesia, Badan Zakat Nasional, dan Financial Technology (Fintech) sebagai pemateri.

Selama ini, kita tahunya wakaf kan hanya untuk masjid atau beberapa golongan. Padahal, dana wakaf dari umat ini bisa dijadikan produktif. Untuk membantu RS dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi umat,” tutur dokter Aisyah.

Lalu, pada seminar terakhir, mengangkat tema pentingnya rumah sakit untuk melakukan pemanfaatan teknologi. Diterangkan oleh perempuan yang turut menjadi panitia IHEX 2019 itu, ketika membahas Informasi dan Teknologi (IT), berarti membahas efisiensi di dalam RS dari segala aspek. Sedangkan, pemateri pada seminar ketiga ini adalah para pengembang perangkat lunak rumah sakit.

Pada seminar ketiga, para pemateri menawarkan produk-produknya. Disini bukan hanya berbicara bisnis. Tapi, lebih kepada bagaimana membangun kolaborasi,” tambahnya. Dengan pemanfaatan teknologi di dalam lingkungan RS, tentunya akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas RS dalam pelayanan kesehatan.

Kemudian, harapan Mukisi dengan adanya seminar-seminar ini agar semua pihak dapat berkolaborasi. “Kami ingin membangun kolaborasi yang lebih besar dengan para peserta, membangun ekosistem. Agar, rumah-rumah sakit di bawah Mukisi dapat bersinergi satu sama lain dalam segala hal,” tutupnya.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here