Mukisi.com– Berbicara soal lingkungan, semua sektor harus turut peduli. Mulai dari pariwisata, keuangan, pemerintahan, hingga kesehatan. Dalam sektor kesehatan telah dikenalkan Green Hospital, sebuah pengelolaan rumah sakit berwawasan lingkungan.

Berkaitan dengan Undang Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang isinya mengatakan, setiap pembangunan harus memperhatikan lingkungan dan risiko terhadap kesehatan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar wawasan lingkungan di rumah sakit dapat dijalankan. Berikut adalah hal-hal tersebut berdasarkan Pedoman Rumah Sakit Ramah Lingkungan yang dirilis oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Jaminan Keamanan

Keamanan rumah sakit adalah kebutuhan utama masyarakat. Makin hari, masyarakat makin sadar betapa pentingnya mendapatkan jaminan ‘hak aman’ dari rumah sakit. Hal ini dapat diberikan pada setiap rangkaian pelayanan. Masyarakat wajib mendapatkan perlindungan dari rumah sakit, jika ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh kualitas lingkungan hidup rumah sakit.

Kemudahan Akses Mendapatkan Pelayanan Rumah Sakit

Kemudahan akses secara tidak langsung memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan jaminan kecepatan layanan, sehingga semakin memperkecil terjadinya risiko akibat keterlambatan layanan rumah sakit dan mempermudah untuk mendapatkan kebutuhan akan layanan umum dan sosial lainnya.

Efisiensi Rumah Sakit

Efisiensi dalam penggunaan sumber daya di rumah sakit pada dasarnya telah membantu menurunkan dampak lingkungan akibat kegiatan eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan.

Upaya Pencegahan Rumah Sakit

Rumah sakit yang mampu mengelola dampak lingkungan dan mengontrol penggunaan sumber dayanya dengan baik akan terhindar dari biaya tinggi dan pelanggaran terhadap peraturan perundangan lingkungan hidup.

Respons Cepat Tanggap

Problem yang dihadapi rumah sakit dimasa mendatang akan semakin kompleks, ditengah permasalahan pencemaran lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan baik yang langsung maupun tidak langsung dilakukan oleh kegiatan rumah sakit.

Permasalahan lingkungan hidup seringkali muncul secara tiba-tiba dan sebaran dampaknya akan meluas secara cepat, untuk itu rumah sakit perlu memiliki prosedur cepat tanggap yang handal sehingga secara dini seluruh potensi dampak yang segera dapat diminimalkan.

Ekuitas

Keberadaan rumah sakit ditengah-tengah ekosistem disekitarnya akan saling berinteraksi, sehingga keseimbangan eksosistem dengan fungsi ekologisnya perlu dijaga dan dilestarikan.Upaya sebuah rumah sakit dinilai telah memenuhi syarat rumah sakit ramah lingkungan apabila telah melaksanakan prinsip-prinsip green health care.

Untuk menciptakan rumah sakit yang memenuhi kriteria green health care ini maka dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pendekatan aspek bangunan dan aspek operasional pemeliharaan rumah sakit.

Pendekatan dari aspek bangunan, pembobotannya dilakukan dengan cara melakukan perancangan desain bangunan dan peralatan/utilitas rumah sakit dengan berbasis pada efisiensi sumber daya energi, air dan material. Sedang untuk aspek operasional selain pendekatannya berbasis pada efisiensi sumber daya, pertimbangannya juga dilaksanakan dengan mengacu pada kesesuaian proses kegiatan dengan peraturan dan prosedur tentang kesehatan, infeksi rumah sakit, keselamatan pasien dan lingkungan hidup.

Enam poin penting di atas adalah poin yang wajib diperhatikan sebuah rumah sakit agar mampu menyandang Green Hospital. Dengan begitu, rumah sakit turut berperan aktif dalam memperbaiki lingkungan sekitarnya dan menjaga pasien dari dampak negatif yang mungkin terjadi karena kualitas lingkungan hidup rumah sakit.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here