Mukisi.com– Akan makin bertambah RS yang akan menyandang status RS Syariah di Provinsi Banten. Selasa (19/3) lalu, RS Sari Asih Serang menjalani survey sertifikasi RS Syariah oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) bersama Majelis Upaya Kesehatan Islam seluruh Indonesia (Mukisi).

Survey sertifikasi adalah salah satu tahapan yang harus dilalui oleh setiap Rumah Sakit (RS) yang ingin tersertifikasi syariah. Hal itu dipaparkan oleh drg. Wahyu Sulistiadi, MARS selaku salah satu tim asesor yang bertugas. Ia bertugas bersama dua rekan dari DSN MUI yakni H. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, PhD, dan H. Abdul Mughni MA.

“Survey kemarin berjalan lancar,” tutur Dokter Wahyu.

Survey tersebut berlangsung dari pukul 8 pagi hingga 5 sore. Beberapa hal yang disurvey antara lain penerapan pelayanan kesehatan dan manajemen RS.

Menurut Dokter Wahyu, RS Sari Asih Serang telah memenuhi lima poin dalam maqasid syariah. Sehingga ia meyakini RS Sari Asih Serang akan segera lulus survey sertifikasi oleh DSN MUI.

“Kita kemarin bertugas mensurvey, dan yang mengeluarkan sertifikatnya adalah DSN MUI. Jadi tunggu saja hasilnya,” paparnya.

Di antara penerapan maqashid syariah adalah pemeliharaan agama (hifdzun-din), pemeliharaan jiwa (hifdzun-nafs), pemeliharaan akal (hifdzul–aql), pemeliharaan keturunan (hifdzun–nasl), pemeliharaan harta (hifdzul-mal).

“Contoh konkretnya, mereka sudah memiliki DPS atau Dewan Pengawas Syariah yang berperan mengontrol penjagaan dari lima maqasyid syariah. Mereka juga sudah menerapkan makanan, obat dan laundry halal,” tuturnya.

Ia juga menyebut bahwa RS Sari Asih Serang menerapkan penjagaan harta dengan cara menghindari riba. Sehingga transaksi nya pun dilakukan dengan akad-akad syariah.

Menurutnya, hal-hal yang demikian dapat berperan untuk menjaga jiwa yang bersih. Dan inilah yang dibutuhkan untuk pasien.

“Orang dengan penyakit risiko tinggi dituntun doa, diajak sabar, dijaga ibadahnya jangan sampai kelewat, diingatkan untuk sholat, hatinya dijaga supaya tenang. Semua ini dilakukan demi menjaga jiwa untuk bersih. Dan ini sudah dilakukan RS Sari Asih Serang,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dokter Wahyu menyebut untuk lolos survey sertifikasi RS Syariah dibutuhkan minimal pencapaian 80 persen. Dengan melihat perjuangan RS Sari Asih Serang, ia meyakini bahwa RS Sari Asih Serang akan segera mendapat sertifikasi.

“Mereka sudah mempersiapkan sejak lama, dari akhlak, perilaku, mandatory training, standar operasional, mereka sudah menyiapkan dan menerapkan. Kita check lapangan dengan bertanya ke pasien juga membuktikan bahwa mereka telah menerapkan standar RS Syariah,” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here