Mukisi.com-Puasa ternyata berdampak baik untuk kesehatan otak dan jantung. Berbagai riset telah membuktikan manfaat dari salah satu bentuk ibadah dalam Islam ini. Mulai dari memperbaiki kinerja jantung, hingga melindungi otak dari penyakit degenaratif. Luar biasa bukan?

Menurunkan Adrenalin

Seorang spesialis dari University of California Taruna Ikrar, MD., PhD, dilansir dari Republika, mengatakan pengaturan waktu makan seperti puasa dapat membuat keadaan psikologis menjadi tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah.

Hal demikian lah yang dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah rterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung.

Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

Melindungi Otak dari Penyakit Degeneratif

Penyakit degenaratif yang dimaksud adalan Parkinson dan Alzheimer. Ilmuwan di bidang neurologi yang bernama Mark Mattson, Ph.D., yang juga seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging menjelaskannya.

Dalam hasil penelitian yang dilansir dari Republika tersebut menunjukkan bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.

Menurunkan Risiko Jantung Koroner

Kepala Sub Direktorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kementerian Kesehatan, Lily Banonah Rivai mengatakan, puasa dapat mengurangi lemak jahat dalam tubuh yang bisa menyumbat pembuluh darah.

“Lemak jahat jika berlebihan dapat membentuk plak di pembuluh darah dan lama-kelamaan akan menyumbat pembuluh darah. Kalau sumbatannya di pembuluh darah koroner, jadi penyakit jantung koroner, kalau di otak jadi stroke,” terang Lily melalui Kompas. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here