Mukisi.com-Seorang Ibu tak hanya memiliki peran sekolah pertama bagi anak. Dia juga bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan keluarga. Dengan begitu, tugas ibu sangat berat, disamping menjadi sekolah pertama untuk anak, ia turut berperan menjaga kesehatan semua anggota keluarganya.

Seorang muslim senantiasa diperintahkan untuk memohon ampun atas segala perbuatannya yang kurang baik. Selain memohon ampun, mereka juga diwajibkan memohon atas kesehatan dirinya. Karena, kesehatan adalah nikmat terbaik yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Seperti tercantum dalam hadits yang berbunyi,

“Mintalah oleh kalian, kepada Allah ampunan dan kesehatan. Sesungguhnya, setelah nikmat keimanan tak ada nikmat yang lebih baik yang diberikan kepada seseorang selain nikmat sehat,” (HR Hakim).

Sementara itu, terkait dengan peran ibu dalam keluarga, ibu sebagai ummu wa rabbatul-bayt, sudah ada dalam sabda Rasulullah, “Seorang wanita adalah pengurus rumah tangga suaminya dan anak-anaknya. Dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepengurusannya, ” (HR Muslim).

Berkaitan dengan hadits tersebut, berikut adalah peran ibu sebagai pengurus rumah tangga, yang juga sebagai penjaga kesehatan keluarga, dirangkum dari Al Quran dan Hadits.

Menyusui Anak hingga 2 Tahun Usianya

Seorang ibu wajib memenuhi kebutuhan gizi anaknya. Di saat bayi hingga anak berusia 2 tahun, ibu wajib memberikan Air Susu Ibu (ASI). Dengan menyusui, kebutuhan gizi anak akan terpenuhi. Selain itu, pemberian ASI, secara tak langsung dapat menguatkan ikatan emosional antara anak dan ibu.

Di sisi lain, dewasa ini di Indonesia isu stunting kembali menyeruak. Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi kepada anak, salah satunya ASI. “Kebanyakan anak pengidap stunting, mereka kekurangan asupan kaya makro dan mikronutrien,” kata dr. Azwin Mengindra Putra Lubis, Sp.A (K), seorang pakar kesehatan anak.

Karenanya, wajiblah seorang ibu untuk menyusui anaknya. Perintah menyusui anak tercantum dalam surat Al Baqarah: 233 yang berbunyi, “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.”

Menghidangkan Makanan yang Halal dan Baik

Selain memenuhi kebutuhan gizi anak, seorang ibu juga patut memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga lain seperti suaminya. Membuat dan menyediakan makanan yang sehat, bergizi, dan tetap enak untuk dinikmati. Juga sesuai dengan standar pola hidup sehat menurut Allah. Yaitu, makanan yang halal dan baik, seperti juga tertulis dalam surat Al Baqarah:172,

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepadaNya kamu menyembah.”

Memiliki Sedikit Pengetahuan tentang Pengobatan

Pengetahuan tentang pengobatan sangat penting dimiliki oleh siapapun termasuk seorang ibu. Ini terkait dengan pertolongan pertama yang dapat diberikan pada anggota keluarganya, jika sewaktu-waktu sakit. Melakukan pengobatan adalah anjuran dari Rasulullah ketika seseorang terserang sakit.

“Sesungguhnya, Allah menurunkan penyakit dan obatnya serta menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya. Karena itu, berobatlah kalian, tetapi jangan dengan yang haram.”

Beberapa ayat Al Quran dan hadits di atas telah membuktikan bahwa ibu tak hanya menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya. Tugas ibu lebih banyak. Karena, ia juga turut menjaga kesehatan keluarganya seperti yang diperintahkan Allah subhanahu wa ta’ala.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here