Mukisi.com– Di Rumah Sakit (RS) Syariah, standar-standar dibakukan sesuai dengan kaidah Islam. Pasien laki-laki akan diperiksa oleh dokter laki-laki. Begitupun sebaliknya terhadap pasien perempuan. Transaksi juga diupayakan melalui bank syariah. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam standar RS Syariah. Di sisi Islam pun, yang demikian lebih berkah.

“Definisi berkah itu bertambah nilai kebaikan. Jadi mendapat manfaat, juga mendapat nilai kebaikan,” papar Ustadz Adi Hidayat, ustadz ternama yang akan mengisi kegiatan International Health Expo and Conference (IHEX) 2019 yang digelar oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) pada 21-23 Maret tahun ini.

Menurutnya, salah satu kaidah Islami dalam RS adalah wajibnya sebuah RS untuk berupaya menghindari riba dan transaksi bank konvensional. Kecuali ada proses-proses tertentu yang tidak bisa dicover oleh bank syariah, maka diperbolehkan dengan alasan darurat.

“Ada proses-proses tertentu yang tidak bisa dicover oleh bank syariah, maka Anda boleh gunakan bank konvensional untuk mengcover namun sebagai solusi sementara. Begitu syariah sudah memiliki solusi, maka tinggalkan konvensionalnya. Ulama fiqih sepakat dengan itu semua,” lanjut Usatdz Adi.

Kaidah Islami lainnya yang dituturkan ustadz Adi adalah menghindari ikhtilat dan penanganan pasien sesuai gender. Hal demikian lebih ditekankan, kecuali kondisi-kondisi darurat yang mana tidak ada dokter lain yang bisa menangani kecuali dokter tertentu.

“Misal untuk pasien ibu hamil, tidak ada dokter yang ahli kecuali dokter yang ini, maka itu yang disebutkan dengan kondisi darurat, yang dengan itu membuat diperbolehkannya sesuatu yang dilarang,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pentingnya menekankan taat pada aturan Islam demi keberkahan bersama. Karena sejatinya, syariat Islam dibuat untuk memberi keselamatan pada umat.

RS Syariah Terapkan Layanan Sesuai Kaidah Islam

Hal inilah yang telah lama diterapkan oleh RS Syariah. Sebagaimana yang diterangkan oleh Ketua Divisi Sertifikasi Syariah, Dr. dr. Sagiran, Sp.B., M.Kes, bahwa bab ikhtilat dimasukkan ke dalam standar RS Syariah dengan tujuan menjaga kehormatan pasien.

“Rumah Sakit Syariah berupaya menjunjung martabat pasien dengan cara mendampingi pasien seorang atau dua orang mahram agar pasien terhindar dari fitnah, kami jaga betul kehormatan mereka,” terangnya.

Ia mengatakan bahwa hal ini merupakan perintah asasi dalam tata muamalah. “Inilah alasan mengapa kita menekankan penerapan standar ini,” terangnya.

Cara menghindari ikhtilat ini salah satunya dilakukan dengan memutus atau menghilangkan penyebabnya. Dalam hal ini penyebab ikhtilat dan khalwat salah satunya adalah keadaan yang hanya berduaan, maka jika menemukan kondisi itu,  rumah sakit harus menjadikannya bertiga, berempat, atau banyak orang.

Keberkahan memang menjadi pokok tujuan dari RS Syariah. Hal inilah yang nantinya juga menjadi topik utama International Health Expo and Conference (IHEX) 2019, yakni Keberkahan (Abundance) Rumah Sakit Syariah di Era Kebangkitan. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here