Mukisi.com – Berusaha untuk mempercantik penampilan dalam era milenial bukan lagi hal yang tabu untuk diperbincangkan. Banyak fasilitas hal yang bisa dilakukan kini, salah satunya melakukan perubahan pada giginya (behel gigi). Namun, berhati-hatilah, karena memasang behel gigi tanpa alasan medis bisa jadi terlarang.

Mengutip dari website dalamislam, merubah bentuk fisik dengan tujuan untuk mempercantik diri sehingga dapat menarik perhatian kaum adam adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Memasang behel, para ulama sepakat bahwa jika gigi seseorang masih dalam batas wajar, tidak terdapat kecacatan atau menimbulkan ketakutan karena dapat mengancam kesehatan, tentunya tidak ada alasan dibenarkannya memasang behel.

Hal tersebut didasarkan pada sebuah Hadist, Rasulullah bersabda yang artinya, “Allah telah mengutuk orang-orang yang membuat tato dan orang yang minta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang-orang yang minta dicabut bulu matanya, dan orang-orang yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang merubah ciptaan Allah.” (HR. Muslim)

Bertolak belakang dari hal itu, ada sebuah kondisi dimana memakai behel itu diperbolehkan. Menurut pendapat para ulama, jika terdapat alasan-alasan medis yang jelas misalnya telah terjadi kerusakan gigi yang mengganggu proses makan seseorang, ada infeksi bakteri, gigi berlubang dan kondisi-kondisi medis yang tentunya memenuhi syarat diperbolehkannya memasang behel, maka tentunya seseorang tersebut diperbolehkan untuk memasang behel untuk menunjang kesehatannya.

Atau, dalam sebuah kondisi saat sebuah kecacatan yang terjadi pada gigi tersebut menimbulkan perasaan takut serta jijik bagi orang yang melihatnya, maka itu termasuk usaha menghilangkan aib sehingga diperbolehkan.

Pernyataan tersebut berdasar sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Tharfah yang menjelaskan bahwa kakenya Arjafah bin As’ad radhiallahu’anhu berkata, “Hidungku terpotong pada Perang Kullab di masa jahiliyah. Aku pun menggantikannya dengan daun, tetapi daun itu bau sehingga menggangguku. Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhku menggantinya dengan hidung buatan dari emas.” (HR. Tirmidzi, An-Nasai, dan Abu Dawud).

Memang manusia memiliki sifat dasar yang selalu kurang atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah, tidak terkecuali masalah kecantikan. Untuk itu, meningkatkan iman dan berusaha memandang orang-orang yang berada dibawah kita adalah cara yang baik untuk bersikap sabar dan untuk selalu mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah bersifat sementara. (nsa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here