Mukisi.com– Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) kembali mendampingi RS menuju sertifikasi syariah. Kali ini giliran RSI Namira Lombok yang melakukan pra survei dibersamai Mukisi pada Selasa (20/2) lalu.

Pada pra survei itu, Mukisi menugaskan dr. Yahmin Setiawan, MARS dan dr. Ahmad Muzairi, MARS. Tidak seperti biasanya, pada pra survei ini, masing-masing perwakilan dari Mukisi memiliki tugas yang berbeda.

“Saya pra survei kelompok standar pelayanan dan dokter Muzairi yang standar manajemen,” ungkap dokter Yahmin.

Ia pun juga mengakui adanya kesan pertama yang baik untuk Rumah Sakit  Islam (RSI) Namira. Kesan pertama yang mereka lihat yaitu, semangat dari seluruh stakeholder RSI Namira dalam mencapai sertifikasi RS syariah. Pihak RSI sangat bersungguh-sungguh. Karena, ini adalah bentuk komitmen menanamkan nilai syariah dalam pelayanan dan manajemen RS. Juga, sebagai syiar dakwah pada masyarakat serta pasien.

“Mereka bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk tersertifikasi. Ingin menjadi yang pertama tersertifikasi syariah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),” akunya.

Di sisi lain, pada pra survei tersebut, para pendamping dari Mukisi disambut hangat oleh dr. Utun Supria, M.Kes, sebagai Direktur RS Namira, Ir. Suheri Endiko, S.Pt., IPM, dan dr. Wikan Tyasning, Sp.PD, sebagai pemilik RSI.

Yang sangat diapresiasi oleh para asesor, selain semangat untuk tersertifikasi juga pada fasilitas-fasilitas yang dimiliki RS. “Walaupun RSI Tipe D, RS Namira memiliki kelengkapan pelayanan spesialis yang lengkap. Dan kunjungan pasien cukup banyak.” kata pria yang juga anggota Mukisi, Divisi Aliansi Strategis.

Uniknya lagi, RSI Namira tidak memiliki utang di bank manapun. Segenap tim asesor Mukisi pun mengapresiasi kembali karena kondisi keuangan yang baik dan mandiri. Untuk keuangan rumah sakit sendiri, dikatakan oleh dokter Yahmin, mereka cerdas memanfaatkan dana klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan biaya pelayanan yang dibayarkan pasien.

Dengan kemandirian keuangan yang dimiliki RS, ia merasa RSI Namira akan semakin mendatangkan berkah. Baik bagi jajaran RS maupun untuk masyarakat sekitar.

Kemudian, untuk temuan-temuan selama pra survei, diakui olehnya tidak banyak. Hanya saja perlu untuk dilengkapi kembali agar memudahkan implementasi dan kelancaran sertifikasi.

Insya Allah, RSI Namira akan siap di survei oleh tim Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI pada bulan Maret, sebelum 2nd IHEX digelar,” ucapnya.

“Kami berharap, RSI Namira akan menjadi RS pertama yang tersertifikasi syariah di NTB. Dan mereka akan menjadi penggerak semaraknya RS syariah di NTB pada masa yang akan datang,” harap pria yang menjadi pendamping RSI Namira untuk pra survei tersebut.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here