Mukisi.com – Rumah Sakit (RS syari’ah) memang berbeda. Ia memiliki indikator mutu yang hukumnya wajib, yaitu dengan mengupayakan untuk tidak berinteraksi secara langsung dengan lawan jenisnya. Ini dilakukan untuk menjaga kehormatan pasien.

Seperti telah diketahui bersama, Islam melarang ummatnya bersentuhan secara langsung bagi yang bukan mahram. Meskipun dalam hal pengobatan diperbolehkan, karena termasuk dalam kondisi darurat, namun RS Syariah tetap berupaya untuk menjaga adab-adab yang telah diatur dalam Islam.

Selain itu, hal ini, dimaksudkan untuk menghindarkan dari potensi-potensi yang tidak diinginkan. Mengutip dari hidayatullah, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas St. Andrew Inggris pada tahun 2012 lalu menunjukkan bahwa sentuhan oleh pria ternyata dapat meningkatkan suhu tubuh bagian dada dan wajah seorang perempuan.

Hal inilah yang menjadikan gairah seks seorang wanita akan meningkat tajam, dan membuatnya lebih dekat pada perbuatan zina.

“Perempuan menunjukkan peningkatan suhu ketika mereka terlibat dalam kontak sosial dengan laki-laki,” ungkap Amanda Hahn salah seorang peneliti dalam riset yang berjudul The Touch of a Man Makes Woman Hot tersebut

Dalam penelitiannya, para peneliti melibatkan beberapa orang laki-laki dan beberapa orang perempuan Inggris dan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama adalah laki-laki yang diberi rangsangan dengan melihat foto heteroseksual dibarengi dengan dilakukannya sentuhan pada bagian-bagian tubuh tertentu yaitu lengan, tangan, wajah, dan dada.

Sedangkan kelompok yang kedua adalah kelompok wanita yang mendapat sentuhan nyata dari pasangannya masing-masing (sebagai experimenter) pada bagian tubuh yang sama dengan kelompok pertama.

Hasilnya, pria yang menerima sentuhan, suhu tubuhnya meningkat hingga 0,3 derajat celcius. Lebih tinggi 3 kali lipat, tubuh wanita ketika disentuh mengalami kenaikan suhu tubuh hingga 10 derajat celcius.

Hal inilah yang membuktikan bahwa aturan-aturan Islam memang secara konkret ditujukan untuk kebaikan manusia. Hal tersebut dikarenakan perbuatan zina merupakan perbuatan yang keji serta dapat merusak moral pelakunya.

Untuk itulah RS Syari’ah memiliki Standar Manajemen dan Standar Pelayanan yang diturunkan dari Maqashid Syariah, dalam bab Penjagaan Agama (Hifzh Ad Din) di Standar Syariah Pelayanan Pasien salah satu poin menyebutkan bahwa rumah sakit menjamin adanya upaya untuk menjaga aurat pasien, pelayanan sesuai jenis kelamin dan memelihara dari unsur ikhtilath  atau bercampur baur yang berlainan jenis yang bukan mahram.

Oleh karenanya, suatu rumah sakit yang akan melaksanakan sertifikasi harus benar-benar jeli dalam menerapkan peraturan yang mengatur tentang privasi pasien. Jangan sampai pasien merasa tidak nyaman jika auratnya terlihat oleh yang orang lain yang bukan mahram untuk menjaga serta melindungi pasien dari zinah khususnya kaum perempuan. (nsa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here