Mukisi.com– Di masa depan, Indonesia mencanangkan diri untuk jadi tujuan wisata halal medis dunia. Geliat rumah sakit syariah menjadi salah satu modal yang dimiliki Indonesia. Dengan itu, Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) optimis menjadikan Indonesia tujuan wisata halal medis.

Dikatakan oleh dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS, Sekretaris Mukisi, wisata halal medis sangat berpotensi di Indonesia. Tantangannya adalah membangun kolaborasi dari berbagai lintas profesi.

Potensi ini diperkuat dengan kerjasama Mukisi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam melahirkan sertifikasi RS syariah di Indonesia. Diakui oleh dokter Burhan, sertifikasi ini adalah yang pertama di seluruh dunia.

Hasil dari kerjasama antara MUI dan Mukisi ini diakui secara internasional. Mukisi bertugas dalam mendampingi persiapan rumah sakit untuk dilakukan assessment oleh tim Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI. “Rumah sakit yang tersertifikasi berasal dari RS swasta, RS BUMN, dan RSUD Pemerintah,” jelas dokter Burhan, dikutip dari situs yang sama.

Sekretaris Mukisi tersebut sangat optimis Indonesia siap menjadi destinasi halal medis. Yang perlu dipastikan adalah integrasi platform wisata halal dengan pihak-pihak terkait. “Kedepannya, untuk membangun jaringan yang lebih solid maka perlu diperjelas agar tarif kompetitif. Sementara pajak alat kesehatan di Indonesia dinilai barang mewah, Di Malaysia, pajak kesehatannya zero,” paparnya lebih lanjut.

Sementara itu, ia mencontohkan soal infrastruktur transportasi di Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara tetangga, Indonesia belum terintegrasi. Dokter Burhan juga mengakui bahwa Mukisi belum memiliki dan menyusun data potensi wisata halal medis Indonesia. Namun, untuk pelayanan medisnya, rata-rata sudah terstandardisasi.

Kemudian, Riyanto Sofyan, B.S.E.E, MBA, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal juga turut mengakui bahwa potensi wisata halal medis di Indonesia sangat besar. Karena, di Indonesia kaya akan tiga hal, wisata halal, wisata alam, dan wisata budaya. Meski, wisata halal medis perlu upaya lebih keras untuk mewujudkannya, ia tetap optimis dan sepakat Indonesia akan menuju kesana.

“Tentu kita akan menggarap itu juga, tapi perlu kolaborasi dan integrasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan,” pungkasnya.

Di sisi lain, Riyanto juga mencontohkan jaringan wisata medis di Thailand, Singapura, dan Malaysia yang lebih dulu terbentuk. Semua RS yang menjadi tujuan medis tersebut tersertifikasi secara internasional melalui akreditasi Joint Commission International (JCI). Riyanto juga menyarankan Indonesia perlu mengarah kesana. Karena, target yang ingin dicapai adalah turis mancanegara, jadi standarnya juga harus internasional.

“Contoh yang berhasil itu Bumrungrad Hospital di Thailand, telah terakreditasi internasional oleh JCI. Baik konvensional maupun syariahnya, jadi banyak muslim yang kesana,” lanjut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal itu.

Melihat kekayaan potensi yang ada di Indonesia, bukan tidak mungkin, Indonesia akan menjadi tujuan wisata halal medis. Berdampingan dengan negara-negara tetangga seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia yang sudah duluan memiliki wisata halal medis. Perlu kerjasama dari berbagai pihak untuk mewujudkan ini, dengan begitu Indonesia bisa menjadi tujuan wisata halal medis dunia.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here