Mukisi.com-Islam telah mengajarkan umatnya untuk tidak berlebihan dalam segala sesuatu, termasuk urusan makan. Allah berfirman dalam Surat Al-A’raf ayat 31, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan”. Karena makan berlebihan juga dapat mendatangkan masalah kesehatan.

Manusia adalah ciptaan Allah yang terbekali dengan akal dan hawa nafsu. Hawa nafsu manusia bermacam-macam, salah satunya adalah  hawa nafsu akan rasa lapar. Dan sesungguhnya sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa mengendalikan rasa laparnya.

Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda “Tidaklah anak adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut.Cukuplah bagi anak-anak adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya.Namun jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) dengan makanan,sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas” (HR Tirmidzi).

Ini menandakan manusia harus mampu mengendalikan hawa nafsu dan menghindari makan hingga kekenyangan.  Hadits di atas menganjurkan manusia untuk mengisi 1/3 dari bagian perutnya untuk makanan, 1/3 untuk air, dan 1/3 untuk udara. Sehingga tidak diperkenankan membuat perut terisi penuh hingga kekenyangan. Di sisi kesehatan makan berlebihan bisa membuat obesitas hingga merusak otak.

Rentan Obesitas

Banyak makan dalam porsi yang berlebihan pasti akan menyebabkan seseorang mengalami kenaikan berat badan yang tidak menyehatkan, terutama jika makanan yang dipilih kurang bernutrisi dan tidak rutin berolahraga. Jika seseorang mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang sanggup dibakar tubuh, saat itulah kenaikan berat badan terjadi.

Menurut sebuah studi di tahun 2001 berjudul “Obesity”, dilansir dari kompas, orang yang punya kebiasaan makan berlebih malah punya kecenderungan malas berolahraga dan rentan mengalami obesitas.

Merusak Otak

Makan berlebih dapat menyebabkan lonsumsi kalori yang berlebihan pula. Dan hal ini tidak baik untuk kesehatan otak. Sebagaimana yang diungkap Dr Yonas Geda, profesor neurologi dan psikiatri di Mayo Clinic, Scottsdale, Arizona Amerika Serikat, dilansir dari doktersehat.

Ia mengungkap, meski belum diketahui secara pasti mengapa makan berlebih dapat memengaruhi otak, namun ia menduga asupan kalori berlebih dapat merusak oksidatif.

“Asupan kalori yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan oksidatif, yang menyebabkan perubahan struktural dalam otak,” jelas Geda. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here