Mukisi.com – Jahe merupakan salah satu tanaman yang mudah di jumpai di Indonesia. Selain segar saat diminum, jahe juga memiliki segudang manfaat dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan. Hingga disebutkan bahwa jahe ternyata dapat digunakan sebagai penunjang untuk menyembuhkan kanker.

Jahe sendiri disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Insan Ayat 17, Allah berfirman yang artinya, “Di dalam surga  itu mereka diberi (minuman) yang campurannya jahe.” (Q.S. Al-Insan:17)

Melansir dari healthymuslim, jahe (zanzabil dalam bahasa Arab) diungkapkan oleh seorang sarjana besar muslim Ibn Al-Qayyim dalam bukunya “The Prophetic Medicine” secara umum jahe memiliki berbagai macam manfaat bagi tubuh seperti menghatkan tubuh, membantu melancarkan pencernaan, meredakan gejala pandangan kabur pada penderita glukoma, mengurangi pembentukan gumpalan darah, mengurangi mual, melegakan saluran pernafasan, serta mempertajam daya ingat.

Namun, di sisi lain dalam bukunya Ibn Al-Qayyim juga menjelaskan bahwa di dalamnya (jahe) kaya akan kandungan antioksidan seperti gingerol, shogoals dan gingerones yang memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan.

Dalam salah studinya ia menemukan bahwa ekstrak jahe dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri lutut pada penderita osteoathritis.

Kemudian, ia menunjukkan bahwa ekstrak jahe dapat merdakan gejala-gejala umum yang dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama seperti mual, kehilangan nafsu makan dan muntah (morning sickness).

Sedangkan, kandungan antioksidan pada jahe yaitu 6-gingerol ternyata mampu mengurangi ukuran tumor. Jahe juga menyebabkan apoptosis (kematian sel yang terprogam) dan autophagy (sel-sel yang mencerna diri mereka sendiri) pada kanker ovarium. Hal tersebut sangat efektif dalam mengontrol inflamasi, sehingga pertumbuhan sel kanker dapat dihentikan.

Mengutip dari hellosehat, dalam sebuah kajian terbaru yang telah diterbitkan dalam Annals of New York Academy of Sciences, melakukan sebuah penelitian terhadap 60 penelitian atau penemuan terdahulu dan menemukan bahwa ekstrak jahe juga dapat memberikan efek menguntungkan bagi penderita penyakit jantung, diabetes dan obesitas

Juga disebutkan bahwa jahe dapat mengurangi aterosklerosis atau penumpukan lemak pada pembuluh darah arteri. Hal tersebut dikarenakan jahe mampu menghambat stress oksidatif (bentuk penuaan seluler), memiliki sifat anti inflamasi, hingga dapat menurunkan tekanan darah.

Penelitian tersebut bahkan menjelaskan dengan detail bagaimana kandungan jahe ikut berperan dalam pembakaran lemak, pencernaan karbohidrat, dan produksi insulin. Saat dilakukan penelitian pada tikus, terbukti baha jahe dapat menurunkan kolesterol dan gula, serta melindungi hati dari penyakit hati berbahaya. (nsa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here