Mukisi.com- Meski rumah sakit selalu terlihat bersih, nyatanya tetap ada risiko infeksi mengintai keluarga pasien maupun penjenguk. Untuk mengurangi risikonya, RS syariah wajib memperhatikan lingkungannya.

Dikutip dari detik, menjenguk orang sakit di rumah sakit ternyata berisiko terkena infeksi nosokomial. Infeksi ini sering disebut Healthcare Associated Infections, yaitu infeksi yang di dapat di rumah sakit.

Menurut World Health Organization (WHO), infeksi ini berisiko menyerang para pasien dan semua orang yang berada dalam suatu fasilitas kesehatan. Di beberapa negara maju seperti Eropa, European Centre of Disease Prevention and Control melaporkan 4 juta pasien terdampak infeksi ini tiap tahunnya.

“Infeksi nosokmial tetap berisiko bagi semua yang ada di rumah sakit. Bagi dokternya, bagi pasiennya, bagi perawatnya, termasuk bagi orang-orang yang berkunjung ke rumah sakit,” kata dr. Ronald Irwanto, Sp.PD-KPTI, FINASIM, dilansir dari detik.

Ia mengungkap, hal ini dikarenakan intensitas kuman di rumah sakit lebih banyak daripada di rumah, dan siapa saja bisa membawa infeksi tersebut. Infeksi nosokmial ini biasanya muncul setelah 48 jam setelah berkunjung ke suatu fasilitas kesehatan.

“Misal dia berkunjung ke pasien yang terkena infeksi paru-paru. Dia sendiri kemasukan, tiga hari empat hari dia sakit, itu juga termasuk infeksi yang dibawa dari rumah sakit, karena dia mendapatkan infeksi tersebut di rumah sakit,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, dokter Ronald memberi saran agar tidak tertular infeksi dari rumah sakit. “Pastikan hand hygiene, cuci tangan sebelum dan sesudah membesuk, apalagi jika sampai bersentuhan dengan pasien,” imbuhnya.

RS Syariah Jamin Kebersihan dan Kesucian

Kebersihan dan kesucian rumah sakit telah menjadi standar bagi RS manapun yang ingin sertifikasi syariah. “Upaya kebersihan dan kesucian wajib dilakukan dari berbagai aspek,” ucap dr. Sagiran, Sp.B, M.Kes, Ketua Divisi Sertifikasi Syariah, Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi).

Upaya ini termasuk pemasangan poster-poster, brosur, imbauan dengan pengeras suara, dan penyediaan fasilitas cuci tangan dengan gel antiseptik ataupun air. Dikatakan oleh dokter Sagiran, pihak RS syariah juga harus terus memberikan penyuluhan dan pendidikan kepada pasien dan keluarga pasien terkait kebersihan.

Karena, sebagai muslim kebersihan menjadi hal utama. “Kita tahu bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, pangkalnya,” ujarnya.

Kemudian dikatakan lebih lanjut oleh Samsudin Salim, S.Ag, M.Ag, upaya pembersihan ini sangat diperhatikan di RS syariah. Hal ini dalam rangka menjaga keselamatan pasien, keluarga, dan penjenguk serta memastikan ruangan terbebas dari najis.

Di sisi lain, dokter Ronald juga menegaskan, jika daya tahan tubuh cukup kuat, seseorang pun tidak akan mudah terserang infeksi nosokomial. Asal tetap menjaga kebersihan dan kesehatan diri dan juga menerapkan gaya hidup sehat.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here