Mukisi.com-Di jaman yang semakin melesat perkembangan teknologinya, sudah seharusnya rumah sakit pun ikut beradaptasi. Rumah sakit wajib melek teknologi. Dengan begitu, rumah sakit dapat meningkatkan pelayananannya dan mampu menghadapi tantangan ke depannya.

Perlunya rumah sakit untuk melek teknologi adalah kebutuhan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dikatakan oleh dr. Nur Abadi, M.M, M.Si, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (Arsada) dikutip dari tribunnews.

Pemanfaatan sistem informasi rumah sakit yang baik akan sangat membantu rumah sakit dalam pengelolaan. Proses bisnis bisa lebih lancar, dan yang paling penting dapat meningkatkan pelayanan pasien secara lebih cepat, lebih baik, dan akurat.

Dengan begini, pasien yang rutin kunjungan ke poliklinik tidak perlu mengantri lama-lama. Pasien rawat inap juga bisa memastikan ketersediaan kamar rawat. Karena, informasi dari bangsal rawat inap bisa dilihat langsung di bagian pendaftaran.

“Dengan sistem IT yang benar, tidak akan terjadi fraud dalam hal pelayanan dan masyarakat pun diuntungkan,” katanya.

Di sisi lain, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo juga mengingatkan bahwa rumah sakit juga perlu beradaptasi dengan teknologi. “Rumah sakit harus sabar merencanakan perubahan. Hati-hati teknologi berubah sangat cepat. Kesehatan medik juga berubah sangat cepat, saya pastikan itu,” ucapnya saat Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) lalu (17/10/2018), dilansir dari liputan6.

Soal Teknologi, RS Syariah Tak Ketinggalan

RS Syariah pun tak ketinggalan. RSI Sultan Agung Semarang telah melakukan perkembangan ini. Ini diungkapkan oleh dr. Burhanuddin Hamid Darmaji, MARS, dalam survei istiqomah yang telah dilakukan tahun lalu. Para tim asesor sangat mengapresiasi RSISA.

“Banyak improvement yang dilakukan RSISA dalam satu tahun pasca menerima sertifikat dengan mengembangkan aspek teknologi informasi untuk support proses bisnisnya,” ungkapnya.

RSISA benar-benar mengembangkan pelayanan berbasis IT (Informasi Teknologi). Dengan adanya sistem informasi yang sangat mumpuni ini, RSISA turut mendukung gerakan paperless dalam rumah sakit.

Pengembangan berbasis IT yang dilakukan di dalam RSISA di antaranya ada SHC (Sharia Hospital Culture), BPI (Bimbingan Pelayanan Islam), dan E-Imut (Pelaporan Capaian Indikator Mutu).

Diakui oleh Chanif Miftahuddin dari Divisi Hubungan Masyarakat RSISA, RSISA benar-benar menjaga ketat standar-standar sesuai nilai syariat Islam. Karena, inilah tim asesor survei istqomah dari Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) mengapresiasi.

Dengan adanya pengembangan pelayanan rumah sakit berbasis IT menjadi bukti bahwa RS Syariah telah beradaptasi dengan perkembangan teknologi pada jaman sekarang. Dengan demikian, RS yang telah tersertifikasi syariah mampu menghadapi tantangan jaman karena melek teknologi.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here