Mukisi.com-Dalam Islam, memanjangkan jenggot bagi seorang pria merupakan hal yang sunnah. Namun tahukah kita, bahwa memelihara jenggot juga sangat baik bagi kesehatan. Berikut ulasannya.

Seorang ulama Malikiyah, Kholil bin Ishaq Al Maliki mengatakan, “Diharamkan bagi laki-laki untuk memangkas habis jenggot dan kumisnya. Pelakunya pun pantas mendapat hukuman.” (Manhul Jalil Syarh Mukhtashor Kholil, 1/148, Mawqi’ Al Islam)

Di sisi kesehatan, rambut, sejatinya, di mana pun letaknya di tubuh, sangatlah dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kulit. Seperti kata Des Tobin, profesor biologi di Universitas Bradford, dilansir dari laman resminya.

“Setiap folikel rambut (struktur kecil yang tumbuh di rambut) tidak hanya memproduksi serat rambut, tetapi juga memiliki massa pembuluh darah, saraf, dan lemak sekitarnya,” ungkap Tobin.

Lebih dari itu, Tobin meyakini bahwa menghilangkan rambut dengan mencukur atau waxing sesungguhnya tidak akan menghentikan pertumbuhan rambut karena folikel rambut tetap utuh.

Mencabut rambut yang ada di area tubuh ataupun menggunakan krim pengangkat rambut lebih rentan terhadap infeksi jamur yang menyebabkan gatal-gatal dan iritasi, kata Austin Ugwumadu, ginekolog di Rumah Sakit St. George London, sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.

Pengangkatan rambut berulang-ulang, apapun metodenya, kadang dapat menyebabkan infeksi ringan yang disebut folikulitis. Infeksi ini mengganggu folikel rambut yang dapat menyebabkan bakteri masuk ke akar rambut.

Riset Membuktikan, Pria Berjenggot Lebih Sehat

Penelitian dari journal of hospital infection di Amerika, sebagaimana dilansir dari dr.oz Indonesia, menyatakan bahwa pria berjenggot lebih sehat dibandingkan yang tidak berjenggot. Hal ini dikarenakan pada pria berjenggot terdapat bakteri MRSA, yaitu kuman yang berevolusi dan kebal terhadap antibiotika sehingga membuat tubuh lebih sehat.

Jenggot Melindungi Kulit dari Sinar Matahari hingga Kanker Kulit

Pada seseorang yang berjenggot, sinar ultraviolet akan lebih terfilter untuk langsung menyerang kulit, sehingga tidak menyebabkan kulit menjadi terpapar langsung sinar ultraviolet.

Dilansir dari dr. oz Indonesia, pada orang yang berjenggot pula, risiko untuk terkena alergi menjadi berkurang. Hal ini dikarenakan debu dan bakteri akan lebih terfilter oleh jenggot maupun kumis. Artinya, jenggot dan kumis sebagai filter dari potensi penyebab asma atau alergi di sekitar hidung, dengan syarat rutin dalam menjaga kebersihan jenggot

Rambut di tubuh ibarat pakaian yang menjaga tubuh tetap hangat, dan melindungi seseorang dari dampak lingkungan seperti sinar matahari, kata Nick Lowe, konsultan dermatologis dari Klinik Cranley di London melalui cnnindonesia.

Berdasarkan studi yang dilakukan sejumlah peneliti di University of Southern Queensland, dikutip dari hellosehat, jenggot terbukti memiliki manfaat kesehatan. Jenggot mampu menghalangi 95% sinar UV yang berbahaya menyentuh kulit, dan ini akan mengurangi risiko perkembangan kanker kulit.

Jenggot Meminimalisir Timbulnya Jerawat

Dilansir dari dr. oz Indonesia, seorang pria yang terlalu rutin mencukur jenggot dapat meningkatkan risiko terjadinya perlukaan di daerah kulit yang kemudian memunculkan bakteri. Sedangkan bakteri adalah salah satu penyebab jerawat dan komedo karena penyumbatan pori. Jika pori kulit terbuka, bakteri akan mudah masuk. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here