Mukisi.com — Silaturahmi seringkali menjadi solusi dari berbagai permasalahan. Karenanya Majelis Upaya Kesehatan Islam Indonesia (MUKISI), Januari lalu, bertempat di Jakarta Convention Centre (JCC), MUKISI bersilaturahmi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk membicarakan berbagai hal. Salah satunya rencana membangun RS Syariah bersama.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum BWI Prof. Dr. H. Mohammad Nuh yang diminta untuk menjadi narasumber dalam acara seminar kesehatan yang diselenggarakan MUKISI dengan tema “Pembiayaan Rumah Sakit Menggunakan Instrumen Wakaf.”

“Kegiatan silaturahmi MUKISI kepada BWI sebenarnya ada 2 agenda, yang pertama adalah undangan kepada Ketua Umum BWI yang telah rampung Januari lalu. Kedua adalah untuk melakukan penjajakan kerja sama antara MUKISI dan BWI untuk merealisasikan pembiayaan rumah sakit syariah melalui instrumen wakaf, yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan maret mendatang,” ungkap Dr. H. Fahruroji, Lc. MA, Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Lulusan Universitas Al-Azhar Kairo tersebut juga menuturkan bahwa, kegiatan silaturahmi yang dilakukan oleh MUKISI ini, merupakan kegiatan yang sangat positif.

Hal tersebut dikarenakan, saat ini adalah era-nya bersinergi dan bukan bersaing, sehingga akan timbul dampak positif bagi setiap lembaga, untuk dapat saling bersinergi mendukung satu sama lain demi kemajuan rumah sakit syariah di Indonesia.

“Untuk itu, BWI juga mendukung sinergitas tersebut dan akan ditindak lanjuti oleh tim ke-nadziran BWI, yang juga termasuk teknis untuk merealisasikan pembiayaan rumah sakit syariah dengan instrumen wakaf,” imbuhnya

Selain membentuk sebuah sinergitas antar lembaga demi kemajuan rumah sakit syariah di masa mendatang, Fahruroji juga mengungkapkan bahwa ke depannya, pihaknya (BWI) akan menjalin kerjasama yang konkrit dengan MUKISI untuk membangun sebuah rumah sakit. Dalam pembangunan rumah sakit tersebut, dana yang dibutuhkan akan diambil dari dana Mauquf alaih, yang diperkirakan akan membutuhkan dana kurang lebih 500 juta (untuk tipe D).

Hal tersebut dilakukan karena BWI juga memiliki peran penting untuk memajukan rumah sakit syariah di Indonesia, ketika nanti program BWI dalam hal pengelolaan dana wakaf telah berhasil, tentunya akan lebih banyak lagi dana yang dapat disediakan oleh BWI untuk membiaya sarana dan prasarana kesehatan dengan melakukan kerjasama dengan MUKISI.

“Mengingat ranah perwakafan memang termasuk permasalahan kesehatan, selama ini BWI juga telah bertindak sebagai nadzir dalam pembiayaan operasional dan pembangunan salah satu rumah sakit mata di Serang, Banten,” tutupnya. (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here