Mukisi.com- Di balik larangan-larangan yang dikatakan Rasulullah, ada hikmah yang bisa diambil. Tak terkecuali larangan untuk bernafas saat minum. Karenanya, hal ini perlu diperhatikan dengan betul agar tak memberi kerugian pada diri sendiri maupun orang lain.

Adab minum telah diatur dalam Islam. Untuk melakukannya. berarti tidak bisa sembarangan. Ada salah satu Sahabat Nabi yang mencontoh adab minum Rasulullah. Seperti dalam hadits riwayat Bukhari, Tsumamah bin Abdullah menyebutkan, “Dahulu Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu pernah bernafas dalam bejana dua atau tiga kali, dan dia mengira Nabi pernah melakukan hal itu.”

Melakukan adab-adab yang dikatakan oleh Rasulullah memiliki banyak syafaat, sekaligus dapat menyempurnakan akhlaq. Kemudian, terkait dengan larangan bernafas saat minum ini juga disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari. Rasulullah bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian minum, janganlah bernafas di dalam bejana (tempat minum).”

Dikutip dari republika, sebagian ulama mengatakan bahwa ada alasan dibalik larangan bernafas saat minum. Bernafas saat minum dapat menyebabkan keluarnya ludah. Hal inilah yang dapat mempengaruhi kualitas air minum yang diminum. Ini tentu akan menjadi masalah ketika minum di satu tempat yang sama dengan orang lain.

Dijelaskan lebih lanjut dalam kitab Fathul Bari, Imam Qurthubi menjelaskan bahwa makna larangan tersebut adalah agar tempat minum dan air tidak tercemar dengan air ludah ataupun bau tidak sedap.

Hal ini juga dipaparkan secara logis menurut Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc, MA. “Bisa jadi ada kotoran yang jatuh, jika kita bernafas saat minum,” jelasnya. Ini dapat menyebabkan adanya kotoran yang masuk ke dalam tubuh. Jika, kotoran masuk ke dalam tubuh tentu dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

Cara Minum yang Dianjurkan

Sementara itu, dikatakan lebih lanjut olehnya, ada beberapa cara minum yang baik. Ia menukil dari pendapat Ibnu Qayyim rahimahullah bahwa cara minum yang baik dilakukan dengan pelan-pelan. Karena, jika minum secara langsung dari tempat minum yang besar, ditakutkan tubuh akan kaget dan bisa mengganggu kesehatan.

Minum dengan perlahan dapat lebih menghilangkan dahaga daripada meminumnya langsung semuanya. Dan, juga manfaat lainnya menghindari reaksi tubuh yang kaget saat minum. “Ketika minum, tubuh dalam kondisi panas dan air minum dalam kondisi yang dingin,” jelas Ustadz Firanda menukil dari tinjauan kesehatan oleh Ibnu Qayyim rahimahullah. Jika ini terjadi akan membuat tubuh kaget akan perubahan suhu secara mendadak.

Makan dan minum dalam Islam memiliki adab-adab khusus. Dibalik adanya adab tersebut, terkandung banyak manfaat kesehatan yang penting untuk diketahui. Dengan begitu, selain mendapat kesempuranaan akhlaq, kesehatan pun selalu meliputi.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here